Sosok - Lansir

Nur Miftahul Jannah, Mantan TKW Mendirikan Yayasan Sosial Dari Gajinya Selama 14 Tahun

Posted by: Jafry Aljawad | 08 March 2016 19:23 WIB | dibaca 755 kali

Nur Miftahul Jannah, Mantan TKW Mendirikan Yayasan Sosial Dari Gajinya Selama 14 Tahun
Nur Miftahul Jannah, Mantan TKW sedang merawat bayi sakit di rumahnya
Photo : Merdekacom

Nasional, LiputanBMI - Nur Miftahul Jannah (34), mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Kota Malang, rela mencurahkan hidup dan hartanya buat merawat orang-orang dalam kesulitan. Setidaknya ada tujuh pasien dengan penyakit berat diurus di yayasan sosial miliknya.

Ketujuh pasien, di antaranya anak-anak, mendapat biaya pengobatan sekaligus bantuan hidup selama perawatan. Tujuh pasien di antaranya menderita tumor perut, kanker darah, bayi tanpa tempurung kepala, bayi kelainan organ, dan bayi dengan kanker kelenjar.

Mifta, sapaan Miftahul, menempatkan mereka dalam ruang bangunan dua lantai dilengkapi oksigen dan peralatan medis. Sehari-hari, dia merawat para pasien bersama anggota keluarga menunggunya.

"Sekarang yang tinggal di sini tujuh pasien, keseluruhan menderita penyakit berat," kata Mifta, Selasa (8/3),.

Rumah yang dipakai sebagai tempat perawatan pasien itu berada di Jalan Muharto Gang V RT 03/ RW 10 Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Ibu satu anak ini juga merawat bayi-bayi terlantar dibuang orangtuanya. Keseluruhan berjumlah 45 anak, tetapi tidak semuanya tinggal serumah. Hanya tiga balita tinggal bersamanya.

"Ada anak yatim piatu yang masih memiliki nenek dan kakeknya. Mereka masih tinggal bersama kerabatnya. Tetapi biaya sekolah dan kebutuhan kita tanggung. Kalau yang tinggal di sini bayi-bayi yang terlantar," ujar Mifta, seperti dilansir Merdekacom .

Mifta merawat luka para pasiennya yang tinggal di rumahnya itu. Mereka rata-rata sedang menunggu jadwal operasi atau usai operasi dilakukan oleh rumah sakit. Empat tempat tidur dikhususkan bagi pasien berat disediakan buat istirahat. Tempat tidur itu bisa diatur posisinya dengan fungsi hidrolik. Sementara untuk pasien ringan dan anak-anak menempati tempat tidur biasa.

Mifta juga memiliki kursi roda, tabung oksigen, peralatan medis, dan mobil ambulans. Selain itu juga memiliki mobil jenis minibus dipakai antar jemput pasien.

Mifta sebelumnya 14 tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong. Hasil kerjanya itu sepenuhnya dipakai buat kegiatan sosial. Karena sejak berangkat sebagai TKW, dia memang berniat mencari uang buat mendirikan yayasan sosial.

"Memang niat awalnya ingin membuat yayasan sosial. Awalnya sih ingin panti asuhan, bayi yang tidak diinginkan orangtuanya atau apa gitu," ucap Mifta.

Seiring waktu, banyak orang-orang sakit membutuhkan bantuannya. Mifta pun mempersilakan mereka tinggal di yayasan diberi nama Yayasan Kisah Nyata dan Jeritan Hati (KNJH).

Mifta dan suaminya, Syaiful Bahri (37), melakukan survei sebelum memutuskan menolong pasiennya. Karena semua akan berpengaruh kepada keuangan harus dikeluarkannya.

"Karena kami harus menanggung hidupnya, bahkan utangnya di rumah sakit. Karena kalau tidak dilunasi, pasiennya tidak menerima perawatan lanjutan," lanjut Mifta.

Mifta pun masih menyempatkan diri melihat-lihat bisnis konveksi milik suaminya. Bisnis yang menjadi sumber kehidupan keluarganya itu juga dilengkapi toko baju, yang terkadang diberikan buat anak-anak dirawatnya.


(JWD, 08/03)

Share this post :

Kegiatan / Even TKI

PSSTKI

Kajian