Sosok - Liputan BMI

Kisah Sukses Iwan, Dari Sopir Hingga Jadi Bos Kripik di Arab Saudi

Posted by: Iyad Wirayuda | 22 March 2016 03:44 WIB | dibaca 410 kali

Kisah Sukses Iwan, Dari Sopir Hingga Jadi Bos Kripik di Arab Saudi
Jaya Mandir Putra
Photo : doc. LBMI

Jeddah, LiputanBMI - LiputanBMI, Iwan Niardi adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terbilang sukses di negeri Petrodollar. Keputusannya beralih profesi dari sopir perumahan dan merintis usaha sendiri pada tahun 2011 bisa dikatakan tepat dan berani.

Bosan selama 8 tahun menjadi sopir, Iwan mencoba memulai usaha kecil-kecilan dengan membuat kripik pisang dan singkong. 4 tahun kini ia jalanai hingga mampu memproduksi 25 jenis aneka makanan ringan dengan omset mencapai SR 120 ribu perbulan. Bapak 5 anak ini mengaku mampu menghabiskan tepung beras satu ton, pisang 1,5 ton, minyak 520 liter setiap bulannya.

Bukan hal mudah meraih kesuksesan yang sekarang ia raih, berbagai hinaan dan cemoohan sering ia alami ketika pertama melakoni usaha tersebut. Namun rupannya putus asa bukanlah sifat yang dimiliki Iwan, berbagai cobaan ia hadapi dengan lapang dada.

"Saya sudah sering dihina orang bahkan diludahin orang juga pernah," ucap pria kelahiran Banten 1974 mengenangkan kisah pilunya saat ditemui LiputanBMI di kediamanya, Selasa (15/3).

Di rumah kontrakanya yang terletak di kota Jeddah, sebanyak 16 WNI yang sama-sama TKI bekerja membantu Iwan. Setelah berbagai kripik selesai digoreng dan dibungkus, Iwan kemudian mengirimnya ke toko-toko Indonesia. Tak hanya kripik, berbagai jenis ikan asin pun coba dibuat Iwan, ikan tersebut ia beli di pasar pelelangan ikan dan diolah di rumah kontrakannya.

"Ya, awalnya kita coba-coba, dulu sering mendapat komplain dari para pembeli kurang ini kurang itulah, tapi sekarang kita sudah tau cara pengolahan ikan asin agar hasilnya bagus dan enak," ungkapnya.

PRIHATIN DAN BEKERJA KERAS

Suami dari Yanti Susanti ini mengaku sudah kenyang dengan penderitaan hidup. Namun berbagai kesulitan cukup ia jalani dengan prihatin dan bekerja keras tanpa banyak mengeluh.

Usahannya itu ia namakan 'Jaya Mandiri Putra'. Iwan mengungkapkan nama tersebut mempunyai makna yang cukup dalam, jika seseorang ingin berjaya berarti harus mandiri.

"Saya diajarkan orang tua untuk mandiri dan prihatin dalam berbagai kondisi, insyaAllah kalau kita berusaha pasti ada jalan menuju kesuksesan," ujarnya.

Dari hasil kerja kerasnya, Iwan kini telah memiliki rumah, mobil dan rumah kontrakan sebanyak 15 pintu. Iwan pun berkeinginan melanjutkan usahannya di Indonesia jika sudah pulang nanti.

"Rencana sih 3 tahun lagi ingin pulang kampung dan mencoba merintis usaha yang sama," pungkasnya.


(IYD, 22/03)

Share this post :

Kegiatan / Even TKI

PSSTKI

Kajian