Berita > Seputar TKI
YBMN, Ingin Temui TKI Eks-Binladen di Bandara Cengkareng Oknum BNP2TKI Minta 2,5 Juta
28 May 2016 16:57:14 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 449
Ket: Pujo Haryono, Wakil ketua YBMN Riyadh
Foto: Portal Kita

Riyadh, LiputanBMI - Kepulangan para TKI eks Saudi Binladen Grup (SBG) di Riyadh yang terkena PHK sepihak, menyisakan cerita miris.

Bagaimana tidak, Yayasan Bina Mitra Nusanatara (YBMN) salah satu LSM yang mengawal kasus SBG sejak awal bermaksud untuk menemui para TKI eks-Binladen di bandara Cengkareng, ternyata tidak diijinkan oleh oknum BNP2TKI dan Kemlu, bahkan diminta uang 2,5 juta! Miris.

Hal tersebut diungkapkan Pujo Haryono, Wakil ketua YBMN Riyadh di hadapan Menaker M. Hanif Dakhiri saat dialog Menaker dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Riyadh beberapa waktu lalu (24/5).

“Ada pengawalan (kepada eks-Binladen, Red.) dari Bimantara Jakarta, yang ingin mendampingi, tapi tidak diperbolehkan oleh kedua oknum tersebut. Boleh diijinkan untuk menjemput, tapi harus menyerahkan uang dua juta setengah kepada oknum BNP2TKI dan Kemlu” papar Pujo yang juga merupakan staf di Waskita Karya, Arab Saudi.

Hal tersebut diamini oleh Ahmad Yani, sesepuh pekerja Binladen Riyadh yang turut hadir pada acara dialog tersebut. “Pihak BNP2TKI tadi berinisial AN dan itu sudah diproses, pak Nurcahyo selaku ketua umum Bimantara sudah ada pembicaraan dengan pihak BNP2TKI dan Kemnaker,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menaker Hanif berjanji akan melakukan peningkatan koordinasi dan konsolidasi dengan BNP2TKI sebagai instansi yang bertanggungjawab atas penjemputan kepulangan para TKI eks-Binladen.

Sebagaimana diketahui, YBMN Riyadh melakukan pendampingan kasus karyawan Binladen grup yang berada di kamp Haris Wathani sejak awal. Mulai dari penyaluran bantuan hingga pendampingan ke KBRI Riyadh.

RedEx (28/5)

(TTG, 28/05)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki