Berita > Seputar TKI
Jadi Korban TPPO, TKI Ini Dijual Sahabatnya Hingga Dipaksa Layani Majikan
04 Jun 2016 03:53:29 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 752
Ket: ilustrasi
Foto: Antara

Riyadh, LiputanBMI - LiputanBMI, Sungguh malang nasib yang dialami Sri (28 tahun, nama samaran), cita-cita untuk menghidupi kedua anaknya dengan bekerja ke Timur-Tengah rupanya menjadi mimpi buruk yang sebelumnya tidak pernah ia duga. Kebutuhan ekonomi dan minimnya lapangan kerja di Indonesia, membuat ibu dua anak ini bertekad mengadu nasib ke Timur-Tengah. Sayangnya, ia tidak tahu bahwa pengiriman TKI informal ke Timur-Tengah sudah ditutup total dan terlarang sejak Mei 2015 membuat Sri masuk kategori korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Pada September 2015 melalui jasa sponsor, wanita asal Tanggerang, Banten ini kemudian diterbangkan ke Dubai, disitulah mimpi buruk itu mulai ia rasakan. Bekerja sebagai PLRT, Sri mendapat majikan perempuan yang super cerewet, ditambah majikan laki-laki yang kerap meminta dipijit disaat majikan perempuan tidak ada di rumah. Hal tersebut rupanya membuat Sri tidak tahan dan meminta pulang. Alih-alih dipulangkan, Sri lantas dikembalikan ke pihak Agency.

"Saya disuruh mijat majikan laki-laki, saya bilang sebagai orang muslim ini haram, kemudian saya dikembalikan ke Agency," tutur Sri kepada LiputanBMI melalui sambungan seluler Kamis(2/6).

Setelah dikembalikan ke Agency, Sri rupanya tidak dipulangkan, pihak Agency meminta ganti rugi sebesar RP.50 juta jika Sri ingin pulang ke Indonesia.

"Saya dimarahin oleh wanita asal Indonesia yang bekerja di Agency, katanya saya tidak boleh pulang karena pihak Agency rugi jika mulangin saya, ia mengatakan saya harus dibuang ke Arab Saudi," ungkapnya.

Pihak Agency yang tidak diketahui namanya itu kemudian mengurus surat-surat untuk membuang Sri ke Arab Saudi. Setelah menunggu selama empat bulan, Sri kemudian diterbangkan ke Dammam, Arab Saudi menggunakan visa ziarah.

LEPAS DARI MULUT HARIMAU MASUK MULUT BUAYA

Begitulah pribahasa yang menimpa Sri setelah menginjakkan kaki ke Arab Saudi, sama halnya dengan majikan di Dubai, majiikannya di Dammam juga memiliki perangai yang lebih buruk. Wanita berkulit putih ini kerap diganggu majikan laki-laki dikala rumah sedang sepi.

"Majikan laki-laki sering menggangu dan mengajak berhubungan intim, namun saya selalu menolak dan mengancam akan melaporkan kepada majikan perempuan," ujar Sri.

Tak tahan karena sering diganggu, Sri kemudian berniat kabur dan meminta bantuan sahabat yang merupakan tetangga kampungnya.

"Saya tak tahan kerja disitu, kemudian saya meminta bantuan teman yang bekerja di Riyadh untuk menjemput," tambahnya.

DIJUAL SAHABATNYA HINGGA DIPAKSA LAYANI MAJIKAN

Meski kenal cukup akrab, namun terlalu mempercayai teman yang dikenal hanya di dunia maya rupanya sangat beresiko, bisa saja sifat dan karakter seseorang di dunia maya berbeda dengan kehidupan aslinya. Begitulah yang dialami Sri, ia dibantu dan dijerumuskan temannya berinisial MN yang dikenalnya lewat BBM.

MN yang diketahui mempunyai suami warga Arab kemudian membawa kabur Sri dari Dammam, setelah berhasil dijemput, Sri kemudian diserahkan kepada warga Arab di kota Al-Majmaah, wilayah sepi penduduk yang kira-kira dua jam perjalanan darat dari Riyadh.

"MN itu kata-katanya sangat manis sebelum saya dijemput, katanya saya akan dimasukan kerja di majikan yang baik, namun rupanya saya telah dijual oleh dia," ucap Sri sambil menangis.

Bagaikan terperosok kedalam lembah yang begitu dalam, jeritan dan teriakan minta tolong Sri hanya menggema dalam batin yang meronta, hanya tangisan penyesalan yang bisa ia lakukan disaat majikan durjana memaksa melayani nafsu bejadnya.

Ucapan manis dan nasehat MN yang masih terngiang indah menambah sesak rasa penyesalan bercampur dendam, Sri tak menyangka MN begitu tega menjualnya, padahal Sri dan MN adalah teman satu daerah.

"Waktu perjalanan di mobil, MN menasehati saya katanya saya harus ngaku punya suami biar tidak digoda oleh majikan laki-laki, namun rupanya itu hanya ucapan dusta, nyatanya MN mengatakan kepada majikan bahwa saya janda," kenang LS dengan rintihan tangisanya.

Selama seminggu lebih Sri diperlakukan tidak manusiawi di majikannya, pada Kamis (2/6) ia pun memberanikan diri kabur.

"Saya beranikan diri untuk kabur, tawaqal kepada Allah berharap pertolonganNYA. Alhamdulillah ada warga Arab yang baik hati menemukan saya di jalan, kemudian saya diajak kerumahnya, disitu juga ada dua warga negara Indonesia yang juga bekerja di orang Arab itu, setelah saya menceritakan semua permasalahan saya, kemudian orang Arab itu mengantar saya ke kantor polisi," papar Sri.

"Orang Arab itu hanya mengantarkan didepan kantor polisi, dia tidak berani mengantar kedalam, katanya takut masalah," tambahnya.

Berbekal harapan dan do'a, Sri pun kemudian melangkahkan kaki masuk ke kantor polisi. Setelah menceritakan kronologi kejadian yang dialami, Polisi kemudian menawarkan Sri untuk bekerja di rumahnya.

"Polisi itu bilang, sebelum kamu pulang lebih baik kerja dulu di rumahnya, karena ia bilang percuma kalau pulang tidak membawa uang," kata Sri.

Bimbang tak tau arah, Sri lantas menerima tawaran polisi yang menurut penilainya baik. Kemudian ia pun dibawa ke rumah polisi untuk bekerja.

"Sekarang saya bekerja di rumah polisi sudah dua hari, keluarga ini baik, polisinya juga sopan. Rencananya polisi ini juga akan membuatkan surat-surat agar saya bisa membuat iqomah dan pasor," tandasnya.. (IYD)
(IYD, 04/06)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki