Sosok - Lansir

Kisah Utiyah, Mantan TKW Arab Saudi Yang Merawat dan Menyembuhkan Orang Gila

Posted by: Jafry Aljawad | 14 June 2016 01:50 WIB | dibaca 320 kali

Kisah Utiyah, Mantan TKW Arab Saudi Yang Merawat dan Menyembuhkan Orang Gila
Sebagian orang gila yang ditampung Utiyah
Photo : Kompas

Nasional, LiputanBMI - Membayangkan bagaimana pedihnya mempunyai keluarga yang stress, depresi atau gila membuat Utiyah (46) tergerak hatinya untuk merawat dan menyembuhkan orang-orang gila.

Utiyah mulai menampung dan merawat serta menyembuhkan orang gila ini sejak tahun 2003. Sudah ratusan orang gila yang dibawa ke rumah Utiyah dari berbagai wilayah di Indonesia. Rata-rata yang datang ke rumah Utiyah, keluarga yang sudah menyerah untuk merawat.

Lantaran membantu dengan cuma-cuma ini, Utiyah kerap menemukan kesulitan untuk menyediakan makanan bagi para binaannya. Saat ini masih ada 147 orang gila yang dibinanya yang membutuhkan 1,2 juta ton beras setiap bulan. Untuk mencukupi kebutuhan besar itu, Utiyah kerap berhutang di penggillingan padi atau selep.
“Bayarnya ketika nanti ada bantuan”, kata Utiyah.

Utiyah dan keluarga tidak meminta iuran dari para anak yang diasuhnya. Bagi dia, yang datang berobat di rumahnya rata-rata miskin, sehingga tidak bisa diharapkan menjadi sumber biaya.
Kini, dia agak bersyukur karena ada bantuan dari Badan Zakat Nasional yang membantu pembangunan gedung baru. Gedung itu berada di ujung belakang, dan baru selesai pembangunanya.
Para pemilik gangguan kejiwaan ini dibina dengan sabar oleh Utiyah dan beberapa asistennya yang dulu juga sempat mendapat pengobatan di tempatnya.

Untuk menyembuhkan orang-orang yang dirawatnya, Utiyah menggunakan berbagai cara. Mulai dari nasehat, terapi musik, dzikir, hingga olahraga. Cara itu cukup ampuh, namun dengan tingkat kesembuhan yang berbeda-beda.
Latar belakang orang-orang yang dibina Utiyah juga cukup beragam, tak hanya yang tak berpendidikan, ada juga pemilik gelar master.

“Ada S2 juga. Yang satu dari Kepil, Wonosobo dulu ngajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), satunya dari Jogja. Yang dari Kepil sudah sembuh,” kata pendiri Panti Psikotik Dzirul Ghofilin Erorejo, Wonosbo, Utiyah, sebagaimana dilansir Kompas (26/03/2016).

Ketua Pendiri Kampung Buruh Migran Wonosobo, Maizidah Salas mengatakan Utiyah merupakan salah satu mantan buruh migran Arab Saudi yang berhasil mempelajari penyakit kejiwaan, kemudian beraksi membantu orang lain yang mengalami masalah tersebut.

Utiyah dan dua saudaranya pernah mengalami gangguan jiwa, namun telah sembuh kembali.
Ia pun mengabadikan diri untuk menyembuhkan orang lain yang terkena masalah yang sama.
Para pengurus di pantinya sebagian merupakan bekas orang-orang yang dulu dirawat di tempat ini.


(JWD, 14/06)

Share this post :

Kegiatan / Even TKI

PSSTKI

Kajian