Berita > Opini
Apakah TKI Ilegal di Arab Saudi Bisa Membuat Paspor Baru ?
21 Jul 2016 01:13:40 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 5414
Ket: Ilustrasi
Foto: Google

Jeddah, LiputanBMI - Menurut Wikipedia, paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Paspor berisi biodata pemegangnya yang meliputi antara lain foto pemegang, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan dan kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.

Banyak yang mengatakan, nyawanya WNI di luar negeri adalah paspor. karena tanpa paspor, kita tidak dapat melakukan perjalanan antar negara.

Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi yang bekerja di sektor perumahan, paspor mereka ditahan oleh pihak pengguna jasa (majikan). Kendati otoritas Arab Saudi sudah mengeluarkan peraturan tentang larangan bagi pengguna jasa untuk tidak memegang paspor milik ekspatriat, namun rupanya peraturan itu hanya berlaku bagi TKi yang bekerja di sektor formal saja.

Karena mayoritas TKI di sektor perumahan tidak diizinkan memegang paspor, akibatnya ketika TKI itu merasa tidak cocok bekerja dengan majikannya, lantas memilih kabur dan tidak membawa paspor.

Pada tahun 2013, saat pemerintah Saudi mengadakan kebijakan amnesty, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah menerima pelayanan bagi TKI overstayer untuk membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Pada waktu itu SPLP mempunyai kegunaan untuk TKI overstayer yang mau pulang ke Indonesia maupun TKI overstayer yang ingin melakukan perbaikan status dengan cara pergantian majikan ke pihak imigrasi (jawazat). Bagi TKI yang melakukan perbaikan status dan mempunyai majikan baru, SPLP mereka kemudian dapat diganti atau membuat paspor baru di KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh.

KJRI Jeddah waktu itu mencatat hampir 100 ribu lebih TKI overstayer yang membuat SPLP. Dari jumlah tersebut, 60% mereka melakukan perbaikan status dan pulang ke Indonesia, sementara sisanya masih menetap bekerja dengan status overstayer.

Pasca bergulirnya amnesty 2013, muncul isu yang merebak dikalangan TKI overstayer, bahwa yang memiliki SPLP dapat membuat paspor asli. Ternyata isu itu bukan isapan jempol, banyak TKI overstayer yang memiliki SPLP bisa membuat paspor asli dengan harga yang fantastis. Anehnya, paspor itu asli tapi bukan dibuat di KBRI atau KJRI, melainkan melalui jasa calo. Entahlah...mungkin waktu itu ada permainan oknum pegawai pemerintah dan calo.

Ya...itu dulu, tiga tahun yang dulu. Sekarang sudah tahun 2016. Namun yang jadi catatan di sini adalah, bahwa masa berlaku paspor yang dibuat waktu itu rata-rata 3 tahun. Artinya, masa berlaku paspor sudah hampir habis.

/p>

Screenshot fb/inbok
Screenshot fb/inbok
Sumber: LBMIKSA



Ada sebagian yang bertanya, "Apakah paspor saya bisa diperpanjang, tapi tidak punya iqomah?"

"Apakah saya bisa membuat paspor baru tapi tidak punya iqomah?"

Jawabannya cukup singkat saja...yaitu "TIDAK BISA"

Kenapa? Karena perpanjangan paspor yang dapat dilegalisir KBRI dan KJRI, salah satu syaratnya adalah harus melampirkan kartu ID majikan dan iqomah kita.

"Saya punya paspor asli masih berlaku tapi tidak punya iqomah, apakah bisa pulang secara mandiri (pulang lewat depan)?"

Jawabannya, "TIDAK BISA"

Kenapa? Karena paspor yang anda miliki hanya memuat identitas pribadi saja, tidak ada halaman di dalam paspor yang memuat visa/identitas pengguna jasa. Selain itu untuk pulang secara mandiri, harus membuat exit permit yang tentunya hal ini hanya bisa dilakukan oleh pengguna jasa (majikan), bagaimana anda bisa membuat exit permit jika tidak memiliki majikan/iqomah.

Sekian, semoga bermanfaat. (IYD)



(IYD, 21/07)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki