Berita > Kajian
Kunjungi Jeddah, Gus Maksum Didaulat Sebagai Khotib Jumat
28 Aug 2016 21:40:28 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 3188
Ket: Gus Maksum
Foto: Dok. Pri/LBMI

Riyadh, LiputanBMI - Dalam kunjungannya ke Jeddah, Gus Maksum, pengurus MWCI NU Riyadh didaulat sebagai khotib Jumat di Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) pada 26 Agustus 2016.


Materi khutbah yang disampaikan oleh Gus Maksum seputar hubungan antara keimanan, amal sholeh serta dakwah. Ketiga hal ini berpengaruh erat dengan penilaian di akhir kehidupan umat manusia.

Ia menyitir surat Al Asr ayat 1-3 yang artinya: "Demi masa (1), Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian (2), Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran".

Pemilik nama lengkap Muhammad Ali Maksum ini menyampaikan bahwa semua manusia di akhir kehidupannya ia pasti akan merugi, seorang driver akan rugi, majikan akan rugi, politikus akan rugi, gubernur akan rugi bahkan presiden dan raja sekali pun akan mengalami kerugian di akhir kehidupannya.

"Kecuali orang-orang yang yakin dan percaya bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT, yang yakin dan percaya bahwa Allah SWT mengutus malaikat dan para nabi tentunya semua itu dalam bingkai keimanan". papar Ia.

"Yakni orang-orang yang beramal sholeh yang mampu mengaplikasikan keimanannya dengan beramal sholeh serta mampu mengajak kepada kebenaran dan kesabaran," imbuh pria yang berstatus sebagai Mahasiswa Universitas Al Imam Muhammad ibn Saud

Dalam akhir khutbahnya ia mengajak kepada jamaah sholat Jumat agar tidak bosan-bosannya mengajak istrinya, anak-anaknya, keluarganya, saudaranya untuk mendawamkan, mengistiqomahkan dan tidak henti-hentinya untuk membasahi lisan dan hatinya untuk mengucapkan kalimat keimanan, kalimat ketauhidan dan kalimat tahlil, Laailaha Illallah Muhammad Rosulullah.

Untuk diketahui, di Masjid Indonesia Jeddah sendiri, setiap Jumat pagi, terlebih dulu diisi dengan kajian kita Nashoihul Ibad yang dipandu oleh ustadz Fadholi.

Pengurus MWCI NU Riyadh ini mendapatkan penghormatan dari pengurus Masjid Indonesia Jeddah untuk memberikan khutbah Jumat di depan jamaah yang notabene adalah para ekspatriat Indonesia di Jeddah.

"Saya diminta oleh Ta'mir Masjid Indonesia Jeddah untuk memberikan khutbah pada Jum'at kemarin, paling durasinya hanya 10-15 menit" ujar Gus Maksum di Riyadh, Ahad, (28/08/2016).

Kiriman dari Guslik An-Namiri, Rois Syuriah MWCI NU Riyadh.
(TTG, 28/08)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki