Berita > Haji
Di Arafah, Dubes RI Tegaskan Kembali Komitmen Sebagai Pelayan Masyarakat
13 Sep 2016 13:51:01 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 3969
Ket: Duta Besar RI, Agus Maftuh saat memberikan ceramah di Arafah
Foto: P.SUS/LBMI

Makkah, LiputanBMI - Sebagai bagian dari rangkaian utama pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), pada tanggal 9 Dzulhijjah 1437 H (11 September 2016), seluruh jemaah haji Indonesia telah mengikuti wukuf di Padang Arafah, Mekkah dengan menempati tenda-tenda yang telah disediakan sesuai pembagian maktab masing-masing.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel melakukan wukuf bersama sama Menteri Agama RI, Ketua DPR RI dan dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan para petugas haji di komplek tenda PPIH.

Sebelum Dhuhur diisi dengan dengan penyampaian kata-kata sambutan, khutbah wukuf dan doa bersama hingga terbenamnya matahari.

Sebagai kordinator penyelenggaraan Haji 1437H/2016M, Dubes Abegebriel pada sambutannya antara lain menyampaikan pesan mengenai pentingnya pelaksaaan haji dilakukan secara penuh seksama dengan mengikuti tata cara sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Pada kesempatan tersebut, Dubes mengutip sebuah syair berbahasa Arab yang sangat mengetuk hati dan mengajak para jamaah untuk turut merenungkannya.

“Kita terlahir dalam keadaan menangis, sementara orang di sekeliling kita tertawa gembira. Bekerjalah untuk akhiratmu, sehingga saat orang-orang menangis karena kematianmu, kamu tertawa bahagia,” tutur Duta Besar.

Berdasarkan syair tersebut, Duta Besar mengajak para jamaah untuk berdoa kiranya nanti saat orang-orang terdekat di sekeliling kita menangisi kepergian kita, kita justru tersenyum karena akan bertemu dengan Allah SWT dengan bekal kebaikan selama hidup di dunia ini.

Di akhir sambutannya, Duta Besar menegaskan kembali sebagaimana sering disampaikan ke hadapan publik bahwa dirinya dan staf di KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah adalah pelayan masyarakat.

Karenanya, Dubes RI memohon untuk didoakan dalam memimpin Perwakilan RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan OKI, seraya mengutip pesan Rasulullah SAW bahwa jabatan yang tidak amanah dan dzalim akan menjadi kepedihan yang berkepanjangan di akhir zaman,

Dubes Abegebriel saat memberikan ceramah di Arafah
Ket. foto: Dubes Abegebriel saat memberikan ceramah di Arafah
Sumber foto: P.SUS/LBMI

Abegebriel juga menyitir pidato politik Abu Bakar Ash-Shiddiq RA saat diangkat sebagai khalifah bahwa mengutamakan kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah pengkhianatan.

Sebelum prosesi Wukuf berlangsung, pagi harinya Duta Besar RI menyempatkan diri menyapa beberapa jamaah yang melaksanakan wukuf di tenda-tenda yang berdampingan dengan tenda PPIH.

Sebagian besar jamaah menyampaikan kepuasan atas pelayanan yang diberikan para petugas haji. Mereka hanya mengeluhkan kondisi panas yang ekstrim dibanding dengan di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar telah mengingatkan para jamaah termasuk para petugas haji untuk mengantipasi kondisi tersebut dengan memperbanyak minum, karena memang suhu di padang Arafah dan sekitarnya akhir-akhir ini mencapai kisaran 40˚ - 50˚Celcius.

Setelah terbenam matahari, para jamaah secara bergelombang bergerak menuju Muzdalifah untuk melakukan mabit (bermalam), untuk kemudian keesokan paginya, tanggal 10 Dzulhijah 1436 H (12 September 2016 M) melanjutkan rangkaian ibadah haji, dimana jamaah dapat memilih untuk melakukan pelemparan Jumrah Aqobah di Mina terlebih dahulu atau memilih untuk melakukan tawaf ifadah dan sa’i di Masjidil Haram, Mekkah.

Pada malam harinya, sebelum kembali melakukan kunjungan ke kemah-kemah jamaah haji di Mina untuk melihat langsung kondisi jamaah haji Indonesia, Duta Besar RI melakukan kunjungan ke Kantor Daerah Kerja Mekkah dan melihat langsung kondisi kerja di kantor yang merupakan sentral layanan petugas haji di Mekkah, dimana pada saat kunjungan terdapat beberapa jamaah haji usia lanjut yang tersesat dan ditampung di kantor tersebut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum dikembalikan pada rombongannya.

Suasana kantor PPIH
Ket. foto: Suasana kantor PPIH
Sumber foto: P.SUS/LBMI

Pada kunjungan di kemah-kemah jamaah haji Indonesia saat mabit di Mina, Duta Besar tidak mendapatkan keluhan yang berarti dari para jemaah, kecuali minimnya fasilitas toilet dan berserakannya sampah serta variasi menu makanan. Mereka berharap agar menunya tidak selalu daging, mengingat beberapa jamaah menghindari konsumsi daging karena mengidap hipertensi.

Dubes Agus Maftuh Abegebriel bersama para jemaah haji
Ket. foto: Dubes Agus Maftuh Abegebriel bersama para jemaah haji
Sumber foto: P.SUS/LBMI

Selain berkunjung ke kemah-kemah jamaah di Mina, Duta Besar juga berkesempatan untuk bertemu dengan jamaah haji Indonesia yang melakukan mabit di jalan-jalan yang menuju tempat ketiga Jamarat, karena jamaah tersebut tidak tinggal di tenda yang berada di kawasan Mina.

P. SUS, RedEx 13/9
(TTG, 13/09)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki