Berita > Ekosospol
Warga Hong Kong Marah, Trotoar Dijadikan Tempat Jasa Paket Barang Oleh Pekerja Asing
22 Nov 2016 03:54:57 WIB | Yully Agyl | dibaca 8421
Ket: Tempat para pekerja asing mengemas paket yang memenuhi trotoar
Foto: HKEJ

Hongkong, LiputanBMI - Sejumlah warga di Tsuen Wan mengkritik lembaga penegak hukum yang tidak mampu menindak pekerja asing yang telah menempati trotoar di dekat rumah mereka untuk melakukan pekerjaan paruh waktu pada perusahaan logistik selama liburan akhir pekan.

Sebagaimana dilansir Metro Daily, Senin (21/11), pengadu kebanyakan dari mereka yang berada di dekat plasa Lik Sang, jalan Castle Peak mengatakan, sering melihat pada hari Minggu kemasan berbagai barang rumah tangga dan kemudian meninggalkannya di trotoar. Setelah itu pekerja logistik mengumpulkan dengan transportasi truk.

Pengamatan wartawan dari koran setempat menegaskan, bahwa cukup banyak TKA terlihat mengemas berbagai barang rumah tangga dalam kotak besar di jalan Fu Wing, jalan Wun Tung dan jalan-jalan lain di dekatnya.

Seorang wanita bernama Chan mengatakan, kemasan barang-barang yang ditaruh di trotoar-trotoar itu tidak meninggalkan ruang bagi pejalan kaki.

Dia mengatakan, Departemen Pangan dan Kebersihan Lingkungan ( the Food and Environmental Hygiene Department / FEHD ) telah meningkatkan kampanye melawan kegiatan ilegal di depan toko atau rumah sejak September. Juga telah melakukan cara untuk mengatasi gangguan yang telah membuat marah banyak warga di daerah tersebut

Pada akhir bulan Oktober, setidaknya 1.038 pemberitahuan telah dikeluarkan oleh
the Fixed Penalty (Public Cleanliness & Obstruction). Data FEHD menunjukkan dalam peraturan terhadap toko yang memperluas wilayah penjualan mereka ke trotoar, bagi pelanggar dikenakan denda HK $ 1.500.

Salah satu TKA mengatakan, mereka direkrut melalui kenalan mereka untuk bekerja di berbagai logistik dan perusahaan kurir paket pengiriman.
Sebagian besar pekerja itu dari Tuen Mun, Yuen Long dan Tsuen Wan.

Mereka mengakui, bahwa mereka tidak memberitahu majikan tentang pekerjaan sampingan tersebut, karena itu akan menjadi pelanggaran kontrak kerja mereka.

Di sepanjang Dyer Avenue Hung Hom dan jalan Sugar di Causeway Bay, para pekerja yang terlibat dalam aktivitas tersebut untuk mendapatkan uang ekstra.

Menurut salah satu TKA, dari pekerjaan itu ia mendapatkan HK $ 200 dalam satu hari libur atau hari Minggu, atau HK $ 800 sebulan. Merupakan jumlah yang cukup lumayan, selain gaji bulanannya sekitar HK $ 4.000.

Menanggapi pertanyaan media, juru bicara FEHD mengatakan, beberapa petugas telah dikirim ke jalan yang disebutkan oleh pengadu untuk memeriksa kegiatan mereka.

Kot Siu-yuen, anggota dewan dari District Tsuen Wan mengatakan, ia telah menerima banyak keluhan dari warga setempat tentang penggunaan trotoar tersebut.
Dewan telah menjadwalkan pertemuan pada 29 November untuk membahas masalah dan akan meminta pihak berwenang untuk menegakkan hukum.

Bagi para TKI Hong Kong yang sering melakukan kegiatan jual beli di tempat yang tidak semestinya dan bisa mengganggu kenyamanan bagi masyarakat setempat diharapkan harus lebih berhati-hati dan tidak melanggar aturan yang dibuat pemerintah Hong Kong
(YLA, 22/11)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh