Seputar TKI - Liputan BMI

TKW Asal Indramayu 19 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi

Posted by: Figo Kurniawan | 24 November 2016 08:14 WIB | dibaca 7352 kali

TKW Asal Indramayu 19 Tahun Hilang Kontak di Arab Saudi
Juariah
Photo : dok.SBMI Indramayu

Nasional, LiputanBMI - Seorang TKW di Arab Saudi bernama Juariah dikabarkan hilang kontak dengan keluarganya sejak tahun 1997 lalu. Menurut informasi, Juariah bekerja di kota Taif yang jaraknya sekitar 213.3 km dari Konsulat Indonesia di Jeddah.

Ketua DPC SBMI Indramayu Juwarih mengaku mendapat pengaduan dari suaminya yang bernama Mastara, Juariah berangkat ke Arab Saudi melalui PT. Bughsan Labrindo yang beralamat di Jln Bughsan Labrindo No. 17 Ciracas, Jakarta pada 18 Juni 1997.

Sementara agency di Jeddah adalah Badawood Lil Istiqdam dan majikannya bernama Khalod Muhamad Alusaini

Selama 19 tahun di Arab Saudi, Juariah yang berasal dari Desa Sukadana, Blok Karang Moncol RT 007/RW 003, Kecamatan Tukdana, Indramayu tersebut hanya satu kali berkirim surat dan tiga kali mengirim uang, setelah itu tidak ada kabar sama sekali hingga kini.

"Pihak keluarga menduga Juariah berada dalam tekanan majikan dan keluarganya sudah beberapa kali mengadu ke PT yang memberangkatkan, namun tidak ada hasilnya," kata Juwarih , Kamis (24/11).

Untuk itu, lanjut Juwarih, SBMI Indramayu akan berusaha membantu memperjuangkan hak-hak Juariah, termasuk proses pemulangannya. Ia juga menyesalkan kinerja KJRI Jeddah yang terkesan lamban dalam menangani masalah TKI.

Pada tahun 2007, kata Juwarih, pihak keluarga pernah mengadu ke KJRI Jeddah, tetapi KJRI baru membalas via surat pada tahun 2009 yang isinya penyampaian klarifikasi usaha penelusuran dari Agency Badawood.

"Seharusnya KJRI langsung menelusuri alamat majikan untuk mengecek kevalidan alamat tersebut. Tolong dong KJRI serius dalam menangani permasalahan TKI," tegas Juwarih.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Pelaksana Fungsi Konsuler I dan Koordinator Perlindungan Warga KJRI Jeddah Dicky Yunus mengatakan, kasus tersebut sudah sangat lama sehingga diperlukan penelusuran kembali.

"Mengingat kasus ini sudah lama sekali dan pejabat atau staf yang menerima pengaduan tersebut tentu sudah tidak bertugas lagi di KJRI Jeddah, maka kami memerlukan waktu untuk menelusuri kasusnya," ujarnya.



(FK, 24/11)

Share this post :

Kegiatan / Even TKI

PSSTKI

Kajian