Berita > Seputar TKI
TKI ABK di Taiwan Korban Pengeroyokan Luka Parah, Butuh Bantuan Dana
30 Nov 2016 01:00:23 WIB | Yully Agyl | dibaca 5726
Ket: Sismoro ketika di ICU dan kondisi pasca operasi
Foto: Nana

Taipe, LiputanBMI - Sismoro, TKI Anak Buah Kapal (ABK) di Taiwan masih terbaring lemah di RS Taichung ( 台中醫院 ) dengan alat medis ditubuhnya pasca menjadi korban pengeroyokan oleh orang tidak dikenal akhir bulan Oktober lalu.

Suami dari Nana yang berasal dari Kaliwling Brebes, Jawa Tengah ini menjadi ABK di Changhua dan seharusnya bulan November 2016 sudah selesai kontrak kerja tiga tahun.

"Tanggal 20 November kemarin, Mas Ano (panggilan akrab Sismoro) sudah genap 3 tahun. Tetapi karena kondisinya masih sangat lemah tidak memungkinkan untuk pulang," ungkap Nana kepada LiputanBMI, Selasa (29/11).

Lanjut kata Nana, sebelum kejadian suaminya sempat memberitahu lewat telepon akan keluar membeli barang dan bertemu temannya yang datang dari pulau Penghu.

"Sebelum pindah ke Changhua, dia bekerja di Penghu. Waktu itu kapal teman-teman yang di Penghu sedang berlabuh di Taichung, jadi mereka sepakat ketemuan. Tidak jauh dari tempat mereka ngumpul itulah ada keributan. Suamiku bermaksud melerai, tapi justru dia yang jadi korban pengeroyokan," jelas Nana.

Bapak dua orang putra ini, sempat menghilang setelah kejadian, dan diketemukan polisi keesokan harinya (30 Oktober), di jembatan merah taman Taichung dalam keadaan terluka parah.

Ia masuk ICU selama tiga hari dan sudah menjalani operasi yang pertama karena adanya gumpalan darah di dalam kepala. Rencananya harus menjalani operasi kedua kalinya.

"Agency dan majikan sudah menanyakan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan yaitu sekitar NT 200000. Inilah yang menjadi beban saya, kemana harus mencari biaya sebanyak itu. Sekarang saja yang menjaga ia di rumah sakit perhari bayar NT 2200," lanjutnya.

Pihak KDEI Taipei, kata Nana telah mengunjungi Sismoro dan berbincang dengannya. KDEI akan mengusahakan bantuan tapi tidak menjanjikan pasti berhasil.
Terkait dengan pelaku pemukulan, pihak kepolisian Taichung telah melimpahkan berkas kepada kepolisian Changhua.

Polisi juga sudah memanggil kawan-kawan Sismoro yang berada di tempat kejadian untuk dimintai keterangan. Namun mereka tidak tahu jelas siapa yang memukuli Sismoro dan tidak adanya kamera CCTV di tempat kejadian, menyulitkan penyelidikan polisi.

Sismoro berangkat dari Pt Sekar Tanjung Lestari, Jakarta Barat. Bagi siapa saja yang ingin berbagi untuk meringankan bebannya bisa langsung dialamatkan ke Nana (istrinya) dengan alamat : No 140, Xia Li Village, Xian Zi Township, Chang Hua County, 507
( 507, 彰化縣線西鄉下犁村140號 ) Hp 0976511944.
(YLA, 30/11)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh