Berita > Seputar TKI
Jawazat Perberat Hukuman Bagi Overstayer, KJRI Jeddah: WNI Ilegal Harus Segera Pulang
14 Dec 2016 01:01:54 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 50211
Ket: Jawazat
Foto: Jawazat

Jeddah, LiputanBMI - Departemen Imigrasi Arab Saudi (Jawazat) kembali memperingatkan ekspatriat untuk tidak memilih tinggal di Arab Saudi setelah berakhirnya validitas visa umrah atau visa ziarah. Jika melanggar, akan dikenakan hukuman denda sebesar SAR 50 ribu atau sekitar Rp 174 juta, penjara 6 bulan dan dideportasi.

"Tidak ada pendatang umrah atau ziarah harus tetap tinggal di Arab Saudi setelah berakhirnya validitas/visa nya," kata Jawazat dalam keterangan tertulisnya sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Selasa (13/12).

Jawazat juga memperingatkan masyarakat dan ekspatriat untuk tidak menampung, menyembunyikan, mempekerjakan, menyediakan transportasi atau memberikan jenis bantuan yang dapat membantu peziarah atau pendatang untuk tinggal secara ilegal.

"Mereka yang membantu para peziarah dan pendatang melebihi izin tinggal di Arab Saudi akan didenda SAR 100,000, dipenjara selama enam bulan dan dideportasi jika mereka ekspatriat," tegasnya.

Selain itu Jawazat juga meminta semua perusahaan haji dan umrah untuk melaporkan jamaahnya yang overstayer dan menekankan pihak perusahaan maupun individu untuk tidak mempekerjakan , overstayer jika tidak Jawazat mengancam akan memberikan sanksi berat.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Jeddah Dicky Yunus menilai peraturan yang memperberat hukuman bagi overstayer merupakan upaya pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan integritas wilayahnya dengan penegakan hukum agar memberi efek jera bagi warga asing yang melanggar keimigrasian.

"Untuk informasi resminya kita masih menunggu informasi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, jika itu diberlakukan maka kita harus menghormatinya," ujar Dicky di Jeddah saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa (13/12).

Lanjut kata Dicky, hingga saat ini pemulangan WNI/TKI overstayer melalui Tarhil Sumayshi berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kendala.

"KJRI Jeddah terus memantau perkembangan jumlah warga kita yang pulang melalui Tarhil, setiap hari staf KJRI Jeddah berkunjung dan mendata WNI di Tarhil Sumayshi," ungkapnya. KJRI Jeddah memperkirakan 500-700 WNI/TKI overstayer setiap bulannya yang pulang melalui Tarhil Sumayshi.

Terkait peraturan tersebut, Dicky mengimbau WNI/TKI overstayer untuk pulang ke Tanah Air. Hal tersebut dinilai karena status ilegal mempunyai banyak kerawanan, terutama kesehatan.

"Bersiaplah sebelum sakit, rajin periksa kesehatan ke dokter karena penyakit itu terkait juga dengan faktor usia. Kalau boleh kita menyarankan segera pulang sewaktu sehat, jangan sewaktu sakit baru ada keinginan pulang karena prosesnya tentu akan sulit," tandasnya,
(IYD, 14/12)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh