Berita > Seputar TKI
Menakertrans Resmikan Pembangunan Rumah Murah Bagi TKI di Madiun
20 Dec 2016 20:17:33 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 6366
Ket: Hanif Dhakiri didampingi Bupati Madiun Muhtarom meletakkan batu pertama pembangunan rumah murah bagi TKI
Foto: Kompas

Nasional, LiputanBMI - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri mengapresiasi upaya lembaga peduli buruh migran bekerja sama dengan bank dan pihak ketiga membangun perumahan murah bagi TKI.

"Kalau sudah punya rumah sendiri maka TKI tidak hanya kerja capek bertahun-tahun di luar negeri. Selama ini banyak TKI yang uangnya habis untuk kebutuhan konsumtif saat pulang kampung halaman," ujar Hanif saat meresmikan pembangunan perdana rumah murah bagi TKI dan eks TKI di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sebagaimana dilansir Kompas Selasa (20/12/2016).

Di depan ratusan TKI dan calon TKI yang datang pada acara itu, Hanif mengatakan, para TKI biasanya pulang kampung halaman dan membeli barang-barang elektronik dari televisi hingga ponsel. Karena uang habis untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, para buruh migran akhirnya bolak-balik bekerja di luar negeri tanpa memiliki investasi jelas.

Dengan membeli rumah subsidi khusus untuk TKI, kata Hanif, maka hasil kerja TKI selama di luar negeri bisa menjadi investasi produktif. Apalagi pembelian rumahnya dapat dicicil hingga 20 tahun. Bagi Hanif, pembangunan perumahan khusus TKI dan eks TKI akan menjadi salah instrumen kesejahteraan.

Saat ini isu pengelolaan keuangan para TKI menjadi hal yang sangat penting agar mereka bisa mendapatkan modal untuk berwirausaha seusai pulang dari luar negeri.
Hanif mengatakan, ibu kandungnya pernah menjadi TKI di Arab Saudi hingga enam tahun. Hasil kerja keras ibunya itu bisa menghidupi keluarganya.

"Rezekinya barokah sehingga anaknya ada yang menjadi menteri," kata Hanif.
Hanif berpesan kepada calon TKI yang akan berangkat keluar negeri untuk menyiapkan mental dan keterampilan. Jangan hanya karena bertengkar dengan suami, lalu pergi keluar negeri menjadi TKI.

Pembangunan perumahan murah bagi TKI di Madiun bisa menjadi contoh wilayah lain. Pembangunannya dilakukan dengan menggandeng perusahaan swasta dan bank.
Bupati Madiun Muhtarom mengatakan, jasa TKI menghidupkan pasar tradisional di desa-desa. Biasanya uang yang dikirim TKI ke keluarganya banyak dibelanjakan di pasar tradisional untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Muhtarom berpesan agar TKI memiliki usaha produktif sehingga bisa mencukupi kebutuhan setelah selesai bekerja di luar negeri.
Kepada pengembang perumahan, Muhtarom meminta semangat membangun jangan hanya pada saat peletakan batu pertama. Pembangunan perumahan murah bagi TKI harus tuntas sesuai target yang direncanakan.

(JWD, 20/12)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh