Berita > Seputar TKI
49 Pekerja Binladin Dijatuhi Hukuman Penjara dan Cambuk
04 Jan 2017 00:31:35 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 7925
Ket: Saudi Binladin Group
Foto: Arab News

Makkah, LiputanBMI - Pengadilan Pidana Saudi di Makkah telah menjatuhi hukuman kepada 49 pekerja Saudi Binladin Group (SBG) setelah dinyatakan bersalah atas kerusuhan dan pengrusakan fasilitas umum. Demikian dikutip dari Arab News, Minggu (1/1/2017).

Menurut putusan persidangan yang berlangsung selama empat jam itu, hukuman yang diberikan berupa penjara dan cambuk.

Insiden tersebut terjadi pada tahun lalu di tempat tinggal pekerja di daerah Umm Al-Katad, Makkah. Ratusan pekerja asing Binladin yang kecewa karena keterlambatan pembayaran gaji melakukan aksi unjuk rasa dan berujung pembakaran sebuah bus yang digunakan untuk mengangkut pekerja.

Akibat ulahnya, beberapa perusuh yang tidak disebutkan identitasnya itu diganjar empat bulan penjara dan 300 cambukan. Sementara beberapa terdakwa lainnya dijatuhi 45 hari penjara.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Pelaksana Fungsi Konsuler-1 KJRI Jeddah Dicky Yunus memastikan tidak ada pekerja asal Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Kita sudah cek ke koordinator di Binladin, tidak ada informasi keterlibatan pekerja Indonesia," ujar Dicky yang juga selaku Koordinator Perlindungan Warga (KPW), Selasa (3/1/2017).

Lanjut kata Dicky, sejauh ini kasus Binladin cukup terkendali berkat kesadaran para pekerja Indonesia atas imbauan Kepala Perwakilan RI di Saudi (Dubes/Konjen, Red) agar patuh terhadap norma hukum dan menghindari tindakan yang berakibat pada sanksi hukum setempat. Menurutnya, tersisa sekitar 300-an pekerja Binladin, sebagian besarnya telah pulang ke Indonesia dengan membawa hak-haknya termasuk klaim asuransi.

"Diantara 300-an itu, sebagian besar kembali bekerja di Binladin, sebagian kecil pindah majikan," tandasnya.

(IYD, 04/01)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh