Berita > Opini
TKI di Taiwan 30% Idap HIV, Antara Fakta dan Berita
12 Jan 2017 01:37:40 WIB | Yully Agyl | dibaca 6779
Ket: Penyataan ketua Tim Pengawas TKI, Fahri Hamzah menuai kontroversi
Foto: Google

Taipe, LiputanBMI - Pernyataan pimpinan DPR RI Fahri Hamzah tentang keprihatinannya kepada TKI di Taiwan yang di-update oleh detiknews, Selasa (10/11), banyak menuai kritik dari para TKI di Taiwan.

Bahkan dari pernyataan awal tentang 30% dari 500 ribu TKI di Taiwan mengidap HIV dan data yang katanya didapat dari NGO Perth Finder yang pernah menulis, di Taiwan itu ada sekitar 1.000 tenaga kerja perempuan dan 1.000 anaknya dan akhirnya diasuh oleh NGO karena kelahirannya tidak dikehendaki, ini tidak masuk akal.

Dari pernyataan tersebut benar-benar sangat menohok para TKI di Taiwan. Dalam kenyataannya, menurut data dari KDEI, TKI di Taiwan tidak mencapai 300 ribu. Bila dari jumlah tersebut 30% mengidap HIV, sudah dipastikan akan membuat heboh masyarakat Taiwan sendiri.

Selama ini diketahui, dalam satu periode kontrak kerja (3 tahun) setiap TKI menjalani medikal cek-up 4 kali yaitu, ketika baru datang, enam bulan berikutnya, satu setengah tahun, dan dua setengah tahun.

Bahkan, ketika TKI tersebut mau memperpanjang kontrak kembali setelah 3 tahun, dia juga harus medikal kembali dipenghujung tahun ketiga.

Jangankan terjangkit HIV, penyakit cacingan dan tekanan darah tinggi saja bisa mengakibatkan pemulangan sepihak bila majikan tidak menghendaki pekerjanya penyakitan.

Mengenai bayi yang lahir dan tidak dikehendaki dengan jumlah fantastis, bisa jadi bukan dari perempuan Indonesia saja. Karena pekerja migran di Taiwan berasal dari beberapa negara (Thailand, Philipina, Vietnam, Indonesia).

Dalam pernyataan selanjutnya ditulis, antara Taiwan dan Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik yang menyebabkan anggota dewan tidak punya akses untuk mengecek secara langsung di lapangan.

Kenyataannya, walau tidak ada hubungan diplomatik, tetapi Indonesia bisa mengirim TKI-nya dengan lancar, baik dalam sektor formal maupun informal. Karena banyaknya TKI di Taiwan, KDEI melengkapi pelayanannya dengan adanya Bidang Ketenagakerjaan dan masih ditambah dengan adanya perwakilan BNP2TKI di Taiwan dan masih di bantu dengan satgas KDEI.

Dari pernyataan-pernyataan Fahri Hamzah seolah menunjukkan ketidakpercayaan atas keberadaan dan kinerja KDEI dan BNP2TKI di Taiwan. Seharusnya, sebelum mengatakan statment tersebut, melakukan pengecekan data yang bisa didapat dari pihak KDEI ataupun BNP2TKI Taiwan. Tanpa harus datang langsung yang hanya akan menghabiskan anggaran negara.

Pernyataan-pernyataan yang membuat semakin tercoreng citra TKI, khususnya di Taiwan seharusnya tidak diucapkan seorang anggota dewan yang notabene tidak mengetahui secara langsung keadaan sebenarnya dan hanya berdasar KATANYA.

Berikut data yang bisa dijadikan patokan melihat perkembangan dan permasalahan TKI di Taiwan:

STATISTIK KETENAGAKERJAAN TAIWAN

Informasi data ketenagakerjaan data Ministry of Labor (MoL) Taiwan sampai dengan akhir November 2016, jumlah TKI yang ditempatkan di Taiwan berjumlah 243.136 orang TKI yang bekerja di sektor :
a. Pertanian, perhutanan, perikanan dan peternakan: 6.860 orang
b. Manufaktur: 52.448 orang
c. Konstruksi: 1.333 orang
d. Kesehatan, pekerja sosial dan jasa lainnya : 182.495 orang.

Jumlah TKI Taiwan versi resmi dapat dilihat di: Statistik Ketenagakerjaan KDEI Taipei
Statistik tersebut merupakan gambaran umum tentang ketenagakerjaan di Taiwan, termasuk kategori kasus yang trend, informasi total pengaduan, persentase aduan yang terselesaikan, serta uang TKI yang berhasil diperjuangkan (klaim asuransi, pengembalian hak-hak TKI), grafik pengaduan setiap bulan, sebaran TKI di Taiwan, maupun profil ketenagakerjaan Indonesia.

TERKAIT DENGAN DATA HIV TAIWAN

Sejak 4 Februari 2015, Taiwan mengumumkan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap HIV/AIDS terkait dengan HAM. Peraturan ini tertuang dalam HIV Infection Control and Patient Right Protection Act, akan diberlakukan dua tahun setelah pengumuman. Data HIV yang dirilis Taiwan dapat diakses di Centers for Disease Control R.O.C (Taiwan) Berdasarkan link tersebut dijelaskan bahwa data terakhir 2 Mei 2016, bahwa TKA yang menderita HIV (+) sekitar 1.024 dan AIDS sekitar 141. Sekitar 1 % dari total penderita. Data tersebut bersifat gambaran umum, artinya TKA tersebut tidak dapat dirinci lebih lanjut berapa persen WNI/TKI yang diduga terjangkit.

****

Oleh: Yully, TKI di Taiwan
(YLA, 12/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki