Berita > Kajian
Menyiasati Beribadah di Musim Panas
05 Jul 2017 02:34:49 WIB | Adi Winarto | dibaca 674
Ket: Tanah kering kerontang - freepict
Foto: Dok. Pri
Dammam, LiputanBMI - Suhu udara di musim panas pada bulan Juli di Arab Saudi beranjak meningkat. Badan Meteorologi dan Lingkungan Arab Saudi pun telah mengindikasikan bahwa suhu udara dapat melampaui 50 derajat celcius.

Bagi warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, hendaknya tetap bersemangat ibadah sesuai ilmu dengan memperhatikan beberapa hal, di antaranya sebagai berikut:

1. Mengakhirkan Shalat Dzuhur Karena Panas

Mufti 'Aam Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Ali al-Syaikh, telah menyampaikan fatwa bahwa "laisa fiihi syaiun” (tidak mengapa) mengundur waktu shalat dzuhur dikarenakan suhu yang panas.

Rukhshah (keringanan) ini merupakan perkara yang terpuji untuk meringankan manusia dalam mendirikan shalat berjamaah di Masjid, sekaligus salah satu upaya menghidupkan sunnah yang mulai ditinggalkan. (sumber: Koran al-Yaum, 5/9/1435H),

Dalam riwayat shahih: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya jika keadaan sangat dingin beliau menyegerakan sholat dan jika keadaan sangat panas/terik beliau mengakhirkan sholat.” (HR. Bukhari no. 906 dan Muslim no. 615).

2. Besarnya Pahala Sesuai Dengan Besarnya Ujian

Meskipun tidak terbiasa dengan panjangnya siang dan ekstremnya udara, hendaknya kita selalu berusaha istiqamah menjalankan ibadah. Karena balasan pahalanya pun berbanding lurus dengan beratnya rintangan yang dihadapi.

“Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan jika Allah mencintai suatu kaum Dia akan menguji mereka, siapa yang ridha maka baginya keridhaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)."(Hadits riwayat Tirmidzi no. 2576).

3. Permudah Jangan Persulit

Agama Islam sejak diturunkan telah memberikan rambu-rambu agar umatnya mudah dan ringan melaksanakan kewajibannya.

Di antara kemudahan dalam Islam; diperbolehkan men-qashar (memperpendek) dan menjamak (menyatukan) dua waktu shalat, orang sakit dan musafir boleh tidak berpuasa, dan lain-lain.

Oleh karenanya, ritme kegiatan sehari-hari selama musim panas yang ekstrim ini juga perlu disiasati. Berikan hak kepada badan dengan minuman yang cukup dan istirahat yang seimbang, pilih waktu aktivitas di luar ruangan yang sesuai dengan kondisi, dan seterusnya.

Jadi, jangan sampai faktor cuaca menghalangi ibadah secara maksimal dan kerja tidak optimal. Semoga Allah meberi taufiq kepada kita semua.

(JLL, 05/07)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki