Berita > Haji
Tiga Menteri Lanjutkan Rapat Koordinasi Persiapan Ibadah Haji 1439H di Mekkah
24 Apr 2018 18:30:55 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 427
Ket: Tiga menteri rapat persiapan haji tahun 2018
Foto: KJRI Jeddah
Makkah, LiputanBMI - Usai melakukan peninjauan ke sejumlah pemondokan dan fasilitas kesehatan di Kota Madinah,  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat koordinasi lanjutan di Mekkah Al-Mukarramah guna meninjau langsung  penyiapan pelaksanaan ibadah haji 2018/1439 Hijriah.
 
Rapat yang berlangsung Senin, 23 April 2018 di Hotel Grand Aseel yang terletak di kawasan Mahbas Jin Mekkah dihadiri oleh Duta Besar untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegibriel, Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin,  Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali,  Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) dan jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.  
 
Rapat koordinasi yang dipimpin Menko PMK membahas persiapan pelaksanaan ibadah Haji tahun ini, khususnya terkait fasilitas pemondokan, layanan katering dan transportasi selama jemaah berada di Mekkah.
 
Menurut Menko, meskipun penyelenggaraan ibadah haji merupakan kegiatan rutin, pemerintah  tetap   harus selalu berikhtiar untuk meningkatkan pelayanan kepada para jemaah, apalagi jemaah haji Indonesia banyak yang berisiko tinggi karena berusia lanjut dengan penyakit tertentu  yang memerlukan pelayanan kesehatan lebih intensif.
 
Terkait akomodasi jemaah, Menko meminta dari Kementerian Agama untuk mengecek secara akurat setiap pemondokan sehingga kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan yang telah ditetapkan.
 
"Pemondokan jemaah haji memiliki fasilitas setara bintang tiga, ini yang kita harus cek kembali di lapangan, karena ini yang kita sampaikan ke masyarakat. Jadi jangan sampai kemudian masyarakat merasa bahwa apa yang kita sampaikan ini tidak konkret ada di lapangan," pesan Menko Puan mengingatkan sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Selasa (24/4/2018).
 
Terkait layanan katering bagi jemaah haji selama berada di Mekkah, Menko Puan menegaskan bahwa jemaah selama berada di Mekkah akan memperoleh konsumsi sebanyak 24 kali, sementara layanan transportasi bus sholawat diperluas dan beroperasi 24 jam dan bus antarkota diharapkan kondisinya lebih bagus.
 
Selain itu, Menko Puan meminta Menkes untuk menyosialisasikan secara dini perubahan warna gelang yang akan dipakai jemaah haji yang semula berwarna merah, hijau dan kuning akan berubah menjadi warna oranye.
 
"Yang hadir pada kesempatan ini (rapat) dapat mengetahui apa fungsi dan manfaat dari oranye tersebut. Bukan hanya jemaah yang tahu manfaatnya, tapi semua petugas," ujar Puan
 
Disampaikan pula dalam rapat tersebut bahwa tahun ini sudah diputuskan biaya haji rata-rata sebesar 34,89 juta rupiah, mengalami kenaikan sebesar Rp 249 ribu dibandingkan dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2016, meskipun biaya sebenarnya untuk jemaah haji sebesar Rp 61 juta.
(IYD/IYD, 24/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki