Berita > Kesehatan
Efek Negatif Kenakan Pakaian Dalam Terlalu Ketat
04 Oct 2015 19:35:06 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 658
Ket: Pakaian Ketat (Ilustrasi)
Foto: Inilahcom

Jakarta , LiputanBMI - Kebiasaan mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat ternyata tidak baik bagi kesahatan. Mengapa demikian?

Mengutip dari boldsky, Minggu (04/10/2015), Ketika mengenakan pakaian dalam terlalu ketat, Anda akan merasakan infeksi di bagian tubuh Anda. Jadi, pastikan pakaian yang Anda kenakan bersih. Meski begitu, apakah Anda tahu beberapa efek kesehatan lainnya ketika mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat? Para wanita sering berpikir bahwa pakaian dalam dengan ukuran yang lebih kecil dapat membuat tubuh terlihat seksi. Anggapan itu lebih baik Anda jauhkan. Berikut adalah efek menggunakan pakaian dalam yang terlalu sempit.
Mempengaruhi Jumlah Sperma
Salah satu risiko kesehatan mematikan mengenakan pakaian dalam ketat adalah dapat mempengaruhi jumlah sperma. Mengenakan pakaian yang sangat sempit tersebut bisa menciptakan penyempitan pada pangkal paha. Mengenakan pakaian ketat dapat menahan di bagian tempat produksi sperma.

Menyebabkan Infeksi Pada Vagina
Jika Anda mengenakan pakaian dalam yang ketat dalam waktu yang lama, Anda dapat menghambat sirkulasi darah yang ada. Karena, saraf pada daerah tersebut dapat mati rasa. Jika jaringan pada tubuh Anda tidak mendapatkan cukup oksigen melalui aliran darah, maka bisa terjadi kematian jaringan.

Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih adalah salah satu efek kesehatan dari mengenakan pakaian dalam terlalu ketat. Hal ini biasanya terjadi pada perempuan. Jika Anda mengenakan celana terlalu ketat, vagina Anda tidak bisa bernapas. Oleh karena itu, sangat umum untuk tumbuh infeksi jamur.

Penyebab Penyakit Kulit
Penyebab penyakit kulit saat Anda memakai pakaian ketat, jenis bahan yang tidak nyaman bisa melukai dan membuat memar bagian yang bergesekan dengan kulit Anda jika terlalu lama dikenakan. Jika Anda kerap menemukan bintik - bintik merah di pangkal paha atau pinggang, hal tersebut adalah bagian dari infeksi yang disebabkan oleh pakaian ketat.

Sumber : InilahCom
(JWD, 04/10)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh