Berita > Kajian
Ketika Umurku 40 Tahun, Ngaji Bulanan Ahlan Riyadh
17 Nov 2015 07:19:06 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 1506
Ket: Ustadz Chozin
Foto: Portal Kita

Riyadh, LiputanBMI - Tema yang diangkat kali ini sangat menarik, khususnya bagi para professional muda asal Indonesia di Riyadh Arab Saudi yang tergabung dalam komunitas Ahlan Riyadh. Terlihat dari jalannya pengajian yang terkesan hangat, ringan namun tetap penuh makna.

Senin (16/11) sore, bertempat di kediaman Sales Manager simPATI Saudi, Fajar Fathurrahman, distrik Olaya Riaydh, kajian bulanan ini dihadiri tidak kurang dari 20 orang ekspatriat asal Indonesia yang sebagian besar berprofesi sebagai tenaga ahli di bidang telekomunikasi.

Pengisi materi kajian, ustadz Chozin, mahasiswa asal Indonesia di Universitas Islam Al Imam Ibn Saud Riyadh, menekankan pentingnya lima hal menjelang usia ke-40.
Pertama, berhati-hati dalam urusan dunia. Sebagaimana tergambar dalam kisah perjalanan Rasululloh SAW saat beliau berusia 40 tahun, dimana Rasululloh semakin sering melakukan tahannuts di gua Hira. Ustadz Chozin menerangkan bahwa salah satu tujuan Rasululloh ber-tahannuts adalah memikirkan kondisi bangsa Mekkah saat itu. Dalam usianya yang ke-40, Rasulloh SAW adalah seorang pebisnis yang sukses besar, beliau mulai mengalihkan perhatiannya dari berdagang menjadi bertafakkur, memikirkan ummat.

Kedua, mari kita bermuhasabah. Diantara hal terpenting dalam muhasabah ini adalah evaluasi terhadap kondisi kita saat ini, dimana pada umumnya saat seseorang berusia 40 tahun, sudah memiliki anak-anak, sudah merasakan bagaimana susahnya mengurus dan mendidik anak. Usia 40 tahun dinilai saat yang tepat untuk lebih meningkatkan pengabdian terhadap kedua orang tua dengan berkaca pada pengalaman saat mengurus dan membesarkan anak-anak kita sendiri.

Ketiga, intropeksi pada pendidikan anak. Sudah tepatkah kita menyekolahkan anak-anak kita? Sudahkah kita membiasakan untuk memakai jilbab bagi puteri kita? Pernahkan Bapak-bapak memukul kaki anaknya saat usia 10 tahun karena meninggalkan sholat wajib?

Keempat, mempersiapkan urusan ukhrowi. Rata-rata usia umat Nabi Muhammad SAW berkisar antara 60-70 tahun, dan sangat sedikit sekali yang usianya lebih dari 70 tahun. Sekaranglah saatnya untuk memperbanyak shodakoh jariyah, jangan sampai di usia 40 tahun kita belum memantapkan diri dalam meningkatkan kualitas ibadah. “Harus lebih fokus!” tegasnya.

Kelima, mempersiapkan bekal menuju kuburan. Inilah kesempatan yang masih tersisa, saat usia emas, di mana cara berfikir dan bertindak mencapai tingkat puncaknya seyogyanya kita mempersiapkan sebanyak-banyaknya kebaikan, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan tiba. Contohnya, jika kita belum rajin sholat berjamaah, mulailah! Jika belum lancar membaca al Quran, belajarlah!

Dalam pesan terakhirnya, ustadz muda ini mengimbau para ekspatriat Indonesia di Riyadh, supaya mulai meningkatkan kepedulian kepada masyarakat di masing-masing daerah asalnya. “Saya percaya bapak-bapak disini sudah mapan dalam hal ekonomi, kita do’akan nanti di Indonesia ada pesantren yang namanya Ahlan Riyadh, amin!” jemaah yang hadir pun serentak mengaminkan. (RedEx 17/11)

(TTG, 17/11)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki