Berita > Kesehatan
Musim Dingin, Hati-hati Menggunakan Penghangat Ruangan
10 Dec 2015 00:11:12 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 5598
Ket: Penghangat ruangan
Foto: Google

Riyadh, LiputanBMI - Penggunaan penghangat ruangan portabel jenis elektrik yang berbasis kawat pijar, mendominasi jenis penghangat ruangan yang digunakan oleh para TKI di kota Riyadh, sisanya adalah menggunakan oil heater, halogen heater dan AC.

Penghangat ruangan jenis kawat pijar, selain karena harganya lebih murah, proses mengeluarkan panasnya (hangat) pun terhitung cepat. Para TKI di Arab Saudi, biasanya mendapatkan alat penghangat dari majikannya, perusahaannya tempat bekerja ataupun warisan dari TKI lainnya.

Pada tahun 2014, ada tiga orang TKI/BMI asal Karawang, Jawa Barat yang dilarikan ke Rumah Sakit karena menghangatkan ruangan dengan membakar arang di kamarnya. Al hasil, mereka keracunan karena menghirup asap saat tertidur pulas. (sumber: SBMI.or.id)

Bagaimana dengan penghangat ruangan elektrik? Apakah aman? Dilihat dari sifatnya yang mengeluarkan panas dan disesuaikan dengan kondisi kamar (rata-rata sempit) para TKI di Arab Saudi pada umumnya, maka berikut beberapa tips yang harus diperhatikan oleh para TKI yang menggunakan penghangat ruangan.

1. Tempatkan penghangat ruangan ditempat yang aman, dan jarak yang tidak terlalu dekat dari tempat tidur Anda. Jangan sampai saat Anda tertidur, selimut, atau bantal yang digunakan terjatuh dan menutupi penghangat.
2. Pastikan tidak ada barang mudah terbakar atau mudah meledak disekitar penghangat ruangan, minimal berjarak 1,5 meter. Contohnya: parfum spray, spray pemberantas serangga dan sejenisnya. Gas yang terdapat didalam kaleng tersebut jika terkena panas tertentu bisa meledak.
3. Walaupun dingin tetapi ventilasi udara tetap penting. Pemanas ruangan jenis pijar ini menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon monoksida (CO) walaupun dalam jumlah yang sangat sedikit, jika kamar Anda tutup rapat, bisa jadi Anda kekurangan oksigen atau keracunan. Jadi jangan tutup jendela kamar Anda tanpa ada udara segar masuk, sebaiknya kipas penyedot udara tetap jalan.
4. Pastikan menggunakan colokan (steker) dan soket listrik yang tepat. Karena konsumsi listriknya yang besar maka sambungkan colokan penghangat ruangan langsung ke soket dinding, jangan menggunakan kabel (tawsilah) tambahan, apalagi yang menggunakan kabel kecil bisa menyebabkan soket melepuh bahkan terjadinya kebakaran.
5. Jangan lupa matikan alat saat anda meninggalkan kamar.

Semoga bermanfaat, dan berhati-hatilah!
(RedEx 9/12)

(TTG, 10/12)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki