Berita > Cerpen Puisi
Pembantuku...
28 Jun 2016 01:47:04 WIB | Redaksi | dibaca 1561
Ket: ilustrasi
Foto: Google

Jeddah, LiputanBMI - Pembantuku...
Jam berapakah kau bangun
Aku dan keluargaku tidak pernah tau

Yang kami tahu...
Hanya saat kami bangun rumah sudah bersih dan kamar mandipun wangi
Saat kami keluar dari kamar tidur, engkau segera masuk ke dalam kamar guna membereskan tempat tidur kami yang berantakan
Saat kami lapar, berbagai macam hidangan sudah menunggu untuk disantap di meja makan
Saat kami membuka almari pakaian, bau harum semerbak juga susunan pakaian yang tertata rapi sudah menyambut kami

Belum lagi teriakan-teriakan anak kami yang nakal dan manja minta untuk dilayani
Tak bisa kubayangkan betapa capeknya aku bila harus mengerjakannya sendiri
Memasak, membereskan rumah, mencuci pakaian, dan juga hal-hal lainnya yang masih harus kau kerjakan seorang diri

Tak bisa aku memasak selezat masakanmu ini
Tak bisa aku sesabar engkau menghadapi kenakalan anak-anak kami
Tak bisa aku berbenah serapi ini
Sungguh sangat kuat dan sabar engkau dalam menghadapi hidup ini

Pembantuku...
Sudahkah engkau menerima gaji
Ini hari saatnya gajianmu
Tapi kenapa engkau tidak memintanya
Mungkin kau masih belum butuh
Biar aku pakai saja dulu uang gajimu itu
Kebetulan bedakku habis
Parfumku pun menipis
Lagian aku juga butuh pakaian baru untuk pergi ke pesta besok malam

Pembantuku...
Kau tidak akan pernah marah
Kau selalu sabar menghadapi ulah kami juga anak-anak kami
Kau selalu turut apa kemahuan kami

Tak pernah kau menuntut lebih akan hak-hakmu yang terkadang dengan sadar sudah kami rampas
Bahkan kau sering mengenyampingkan kebutuhanmu sendiri hanya untuk mendahulukan kebutuhan kami

Kau sering menahan tangismu hanya demi membahagiakan kami
Kau sering menahan laparmu hanya untuk mengenyangkan perut kami
Bahkan tak jarang kau menahan sakit dan rasa capek hanya demi melaksanakan kewajibanmu

Pembantuku...
Sebesar apapun uang yang kami berikan kepadamu, sebenarnya masih belum bisa menghargai jasamu

Maafkan kami...
Sebenarnya kami tau telah banyak berbuat dzolim kepadamu
Sebenarnya juga kami tahu kalau kau sangat terpaksa tinggal dengan kami
Sebenarnya kami juga tahu kalau keluargamu sangat mengharapkan uang kirimanmu setiap bulannya

Tapi. kami selalu lebih mementingkan diri kami sendiri karena kami merasa sangat berkuasa atas dirimu

Pembantuku...
Sebenar-benarnya tempatmu adalah di atas kepalaku
Karena tanpa dirimu, sangat mustahil kalau semua pekerjaan rumahku akan terselesaikan dengan baik

Pembantuku...
Maafkan kami, karena kami juga hanya manusia biasa tempatnya salah dan dosa


Penulis: Titin Ambar Wati (BMI Arab Saudi)
(RED, 28/06)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki