Berita > Ekosospol
Tanpa Izin Istri Pertama Status Pernikahan Kedua Menjadi Ilegal
14 Nov 2016 03:46:25 WIB | Tatang Muhtar | dibaca 8939
Ket: Drs. M. Edy Afan, M.H. (tengah) saat menjadi pembicara pada Penyuluhan Hukum di KBRI Riyadh
Foto: LBMIRUH

Riyadh, LiputanBMI - Itsbat Nikah tidak dapat diberikan terhadap sebuah perkawinan yang mana pada saat dilakukannya akad nikah sang suami masih berstatus sebagai suami dari seorang wanita lain, demikian diungkapkan Drs. M. Edy Afan, M.H., saat menjadi pembicara pada Penyuluhan Hukum Perkawinan Bagi WNI yang Berada di Arab Saudi yang diselenggarakan KBRI Riyadh pada Jumat, 11 November 2016.

“Pak, dulu ini yang bersangkutan ketika kerja di Saudi ini masih punya istri, kapan terjadinya perkawinan ini?” papar Edy mencontohkan pengaduan pihak keluarga istri sah di Pengadilan Agama (PA).

Atas pengaduan tersebut, lanjut kata Edy yang juga Ketua Pengadilan Agama Probolinggo ini, PA kemudian melakukan verifikasi data, jika terbukti perkawinan dilakukan saat si suami masih terikat pernikahan dengan wanita lain, maka pernikahan tersebut dianggap poligami liar, atau poligami non prosedural.

“Karena itu (itsbat, red.) perkawinan ini harus ditolak, jadi nggak bisa dikabulkan, alasan apapun, karena ini sudah dianggap melanggar aturan hukum yang ada,” tambahnya.

Bekerja di luar negeri, jauh dari anak dan istri sering dijadikan alasan instan untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Bahkan alasan klasik selalu muncul, “daripada berzina, lebih baik menikah siri”.

Setelah mengikuti penyuluhan hukum pernikahan ini, ternyata permasalahannya tidak sesederhana demikian, khususnya bagi pihak perempuan dan anak hasil perkawinan siri yang harus diperhatikan.

Ya! Itsbat Nikah merupakan sebuah kebutuhan di era serba modern ini, kepastian status perkawinan di mata hukum atau di mata pemerintah menjadi mutlak diperlukan, apalagi jika nikah siri dilakukan di luar negeri.

Istri dan anak dari pernikahan siri yang tidak di-itsbat-kan kehilangan status hubungan keluarga dan waris di mata hukum, apalagi jika menikah siri dengan orang asing.

(TTG, 14/11)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh