Berita > Seputar TKI
Tertimpa Tembok Hingga Patah Tulang, TKI Asal Ponorogo Tak Diurus Majikannya
27 Dec 2016 23:14:17 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 10577
Ket: Katiman ketika dikunjungi aktivis Wapri dan Serantau
Foto: dok.Serantau

Kuala Lumpur, LiputanBMI - Hanya bisa duduk pasrah menahan sakit, begitulah kondisi Katiman Rosyid (41), setelah tertimpa reruntuhan tembok saat bekerja. Pria asal Ponorogo, Jawa Timur itu kini mengalami patah tulang di bagian kaki. Saat ini Katiman sedang menunggu proses pemulangan ke kampung halamannya.

Menurut keterangan Tulus Lusnadi, aktivis TKI dari Solidaritas Wajah Pribumi (Wapri) Malaysia, insiden tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan yang lalu.

Meskipun sudah mengetahui Katiman mengalami patah tulang kaki, majikannya hanya satu kali membawa Katiman ke rumah sakit untuk berobat.

“Katiman mengaku hanya satu kali dibawa ke rumah sakit dan selama dua bulan sejak kejadian, majikannya hanya memberi uang makan sebesar RM 450. Kami sudah melapor ke KBRI Kuala Lumpur melalui Komunitas Serantau agar dibantu proses pemulangannya,” kata Tulus kepada LiputanBMI, Selasa (27/12/2016).

Lebih lanjut, Tulus menceritakan bahwa Katiman berangkat ke Malaysia pada 23 November 2015 lalu, dengan menggunakan visa pelancong/turis dan bekerja sebagai pekerja bangunan di kawasan Kuala Selangor, Malaysia.

Pada tanggal 28 Oktober 2016, ketika Katiman bekerja menggempur dinding, kaki kanannya tertimpa tembok yang ia gempur sehingga menyebabkan kakinya tidak bisa digerakkan.

Setelah kejadian, Katiman dibawa kerumah sakit untuk berobat dan hasil pemeriksaan X ray menunjukkan tulang kaki kanannya patah.

Koordinator Komunitas Serantau, Nasrikah Sarah, ketika dikonfirmasi LiputanBMI mengatakan bahwa proses pemulangan Katiman sudah ditangani KBRI Kuala Lumpur.

“Hari ini (27/12), kami sudah membuat aduan resmi ke Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur dan alhamdulillah langsung ditanggapi. Hari Kamis (29/27), Pak Katiman sudah bisa mengurus Chek Out Memo untuk kepulangannya. Kami sedang mengusahakan kursi roda karena beliau tidak bisa berjalan. Mudah-mudahan proses pemulangannya lancar,” katanya.

(FK, 27/12)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh