Berita > Komunitas
Desa Kenanga Ditetapkan Kemenakertrans Sebagai Desa Migran Produktif (Desmigratif)
02 Jan 2017 18:00:55 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 2454
Ket: Menakertrans Hanif Dhakiri saat meresmikan Desa Kenanga sebagai Desa Migran Produktif
Foto: Republika

Indramayu, LiputanBMI - Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menetapkan Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu sebagai Desa Migran Produktif (Desmigratif) akhir Desember 2016 lalu.

Program Desmigratif merupakan terobosan yang dilakukan Kemenakertrans untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) mulai dari desa. Selain Desa Kenanga, desa lain yang terpilih sebagai Desmigratif adalah Desa Kuripan, Kabupaten Wonosobo.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu Daddy Haryadi mengatakan, sasaran program ini, yaitu calon TKI, TKI purna, dan keluarga TKI. Program Desmigratif sendiri dijalankan lewat empat kegiatan utama. Pertama, sebagai pusat layanan migrasi dimana warga yang hendak bekerja ke luar negeri mendapatkan pelayanan informasi di balai desa melalui peran pemerintah desa. Kedua, usaha produktif.

Kegiatan ini mencakup pelatihan dan pendampingan usaha produktif hingga bantuan pemasarannya. Kegiatan ketiga, yaitu community parenting. Melalui kegiatan ini, orang tua dan pasangan TKI yang tinggal di rumah diberikan pelatihan perawatan anak. Keempat, penguatan usaha produktif jangka panjang dalam bentuk koperasi. Untuk diketahui, Desa Kenangan selama ini dikenal pula sebagai sentra industri kerupuk terbesar di Kabupaten Indramayu. Bahkan, Desa Kenanga juga menjadi sentra kerupuk terbesar di Indonesia.

Omzet usahanya mencapai Rp 300 miliar/tahun. Potensi lain yang dimiliki Desa Kenanga, yakni usaha pengolahan ikan asin dan dan ikan laut lainnya. Jika digarap maksimal, kata dia, maka geliat ekonomi kerakyatan akan tumbuh. “Purna TKI diharapkan bisa mengembangkan usaha kerupuk yang potensinya cukup besar,” katanya. Sementara itu, Bupati Indramayu Anna Sophanah menjelaskan, masih banyaknya TKI asal Indramayu tak lepas dari kebijakan mempertahankan Kabupaten Indramayu sebagai daerah agraris sebagai amanat dari pemerintah pusat untuk menyukseskan swasembada pangan.

Oleh karena itu, kata Anna, industri sulit masuk ke Kabupaten Indramayu yang berdampak pada terbatasnya penyerapan tenaga kerja. “Dengan diresmikannya Desa Kenanga sebagai Desa Migran Produktif, rumah migran ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsi dan peruntukannya,” kata Anna.
(Sumber : Koran Sindo)
(JWD, 02/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki