Berita > Seputar TKI
Lagi, TKI Asal Banyumas Hilang Kontak Selama 26 Tahun di Arab Saudi
05 Jan 2017 14:23:40 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 6869
Ket: Saidah binti Ketadiwangsa
Foto: doc/fb

Jeddah, LiputanBMI - Baru saja Konsulat Indonesia di Jeddah telah membebaskan Juariah TKI asal Indaramayu yang 19 tahun hilang kontak, kini kasus serupa dialami Saidah binti Ketadiwangsa (65), yang tidak diketahui keberadaanya selama 26 tahun.

TKI asal Dusun Karang Nanas, Desa Wadas Malang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini berangkat ke Arab Saudi sejak tahun 1991, menurut pihak keluarga Saidah bekerja di kota Jeddah.

"Saya sudah melapor ke BNP2TKI, tapi belum ada hasil," ujar Tulus Bahari yang merupakan anak menantu Saidah saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan singkat, Rabu (4/1/2017) .

Lanjut kata Tulus, ibu mertuanya itu hanya satu kali mengirim uang pada tahun 1992, selanjutnya pihak keluarga putus kontak dengan Saidah.

"Ibu Saidah masih punya suami yang saat ini masih setia menunggu. Pak Hadi Marjono mertua lelaki saya sangat setia dan sayang anak-anak," ungkapnya.

Lebih lanjut Tulus mengungkapkan, dirinya saat ini mendengar kabar tentang mertuanya dari seorang TKI di Arab Saudi yang pernah bertemu dengan Saidah. Dari informasi tersebut, Tulus mengaku mengetahui sedikit kabar tentang mertuanya meski tidak bisa secara langsung berkomunikasi.

"Ada temannya ibu Saidah yang pernah bertemu dan pernah mengirimkan poto ibu Saidah. Katanya ibu Saidah sangat tertekan ingin pulang tapi majikannya tidak ngasih gaji, menghubungi keluarga di Indonesia saja tidak boleh," jelasnya.

"Kami berharap ibu Saidah dapat segera pulang dan kembali berkumpul dengan keluarga," imbuhnya.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan TKI DPW BMI-SA Jeddah Hendar Abdinegara mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke KJRI Jeddah. Menurutnya pihak KJRI Jeddah sudah menghubungi majikan Saidah.

"Kasusnya sudah kami laporkan satu bulan yang lalu, kepada KJRI Jeddah sang majikan mengaku akan segara memulangkan ibu Saidah," kata Hendar.

Masih kata Hendar, KJRI Jeddah seharusnya bersikap tegas dengan langsung memanggil majikan Saidah, tanpa harus mempercayai janji yang diucapkan majikannya.

"Kami khawatir ibu Saidah dipulangkan tanpa membawa seluruh haknya, tapi mudah-mudahan KJRI Jeddah cepat tanggap menangani masalah ini," tandasnya.
(IYD, 05/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh