Berita > Ekosospol
Mencuri Karena Lapar dan Kemurahan Hati Warga Kampung Wisata Citepus
06 Jan 2017 18:22:22 WIB | A Hadi Akram | dibaca 8388
Ket: Pelaku RR saat diintrogasi warga
Foto: LBMI

Nasional, LiputanBMI - Kampung Wisata Citepus Pelabuhan Ratu adalah salah satu tempat wisata yang cukup nyaman dan murah meriah bagi golongan menengah ke bawah. Hiruk pikuk ramainya pengunjung ikut memeriahkan warga sekitar, termasuk penambahan penghasilan tahunan warga sekitar.

Di tengah keramaian dan kegembiraan pengunjung, serta warga setempat yang menikmati suasana pantai dan laut yang bersih, juga mengundang banyak pelaku kejahatan, karena kesempatan dan peluang untuk bereaksi cukup besar.

Pak Hasan, salah satu tokoh kampung wisata Citepus ikut terkena dampak ramainya massa dan kesempatan orang yang berniat kurang baik. Pisang yang hendak diambil di kebunnya yang terletak di samping jalan, lenyap diambil pencuri.

“Akan saya patahkan tangannya dan saya gantungkan pisang hasil curiannya ke lehernya si maling jika saya temukan pelakunya, saya lebih baik diminta daripada dimaling,” ujarnya kepada LiputanBMI dengan nada kesal dan marah, Kamis (5/1).

Menurutnya, maling beraksi sekitar pukul 7.30 WIB. Atas kesigapan Pak Hasan dan warga sekitar, akhirnya pada pukul 16.30 WIB maling tersebut ditemukan dan kerumuni warga sekitar.

Pak Hasan dan massa yang berkumpul sudah siap untuk menghakimi, namun begitu Pak Hasan dan warga mengetahui pelaku pencurian pisang itu bertubuh kecil dan kurus, semua warga menahan diri. Setelah diintrogasi warga atas perbuatannya, dengan nada memelas pelaku berinisial RR pun meminta maaf dan mengutarakan alasannya.

“Saya belum makan selama dua hari dan tidak bisa pulang ke rumah orang tua karena ngak punya ongkos, maafin saya pak, saya ditinggal kawan-kawan saya selagi mancing, saya ditinggal rombongan kawan-kawan yang sama-sama ingin menikmati indahnya pantai wisata Citepus, mumpung sekolah masih libur,” tukasnya.

RR yang baru berumur 14 tahun, duduk di kelas 3 salah satu SMP di Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dengan polos mengaku melakukan tidak terpuji itu dengan alasan sudah tidak kuat menahan lapar.

Setelah mendengarkan penjelasan RR yang bernasib naas ini, akhirnya Pak Hasan yang merupakan salah satu tokoh masyarakat di RT. 04/03 dan warga sekitar yang tadinya sangat emosi dan geram menjadi luluh dan justru berbalik mengasihani RR yang sudah pucat karena takut di hajar massa dan dilaporkan ke polisi.

Dengan satu komando, akhirnya Pak Hasan menggalang dana mencari ongkos buat anak tersebut agar bisa pulang ke rumah orang tuanya dan bisa melanjutkan sekolahnya.

“Alhamdulillah terkumpul uang sebanyak 65 ribu rupiah, cukup untuk RR untuk bisa sampai rumah orang tuanya, bahkan lebih," tuturnya.

Sebelum dilepas dan diantar ke terminal bus Pelabuhan Ratu, RR pun dikasih makan dan dinasehati oleh Pak Hasan agar jangan mengulangi perbuatannya.

“Saya minta maaf pak, saya tidak akan mengulangi perbuatan ini," imbuh RR sebelum beranjak menaiki bus.

(HDI, 06/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki