Berita > Seputar TKI
TKI yang Tertimpa Tembok Hingga Patah Tulang Sudah Dipulangkan dari Malaysia
08 Jan 2017 19:47:21 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 7648
Ket: Katiman di bandara Juanda, Sabtu (7/1)
Foto: dok. Wapri

Kuala Lumpur, LiputanBMI -
Katiman Rosyid (41), TKI di Malaysia yang mengalami patah tulang di bagian kaki akibat tertimpa reruntuhan tembok pada saat bekerja sekitar dua bulan yang lalu, telah dipulangkan ke kampung halamannya, Dusun Puthuk Tranjang, Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (7/1/2017).

[ Baca: Tertimpa Tembok Hingga Patah Tulang, TKI Asal Ponorogo Tak Diurus Majikannya ]

Kepulangan Katiman didampingi oleh Tulus Lusnadi, aktivis TKI dari Solidaritas Wajah Pribumi (WAPRI) Malaysia hingga bandara Juanda, Surabaya. Sesampainya di bandara Juanda, Katiman dijemput oleh keluarganya.

“Terima kasih buat semua kawan-kawan yang telah membantu proses kepulangan saya,” ujar Katiman beberapa saat sebelum terbang dari Kuala Lumpur pukul 10.25 am, Sabtu (7/1) kemarin.

Musibah yang menimpa Katiman terjadi pada ada tanggal 28 Oktober 2016 lalu, di tempat kerjanya di kawasan Kuala Selangor, Malaysia. Ketika bekerja menggempur dinding, kaki kanannya tertimpa tembok yang ia gempur sehingga menyebabkan kakinya tidak bisa digerakkan.

Setelah kejadian, Katiman dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan hasil pemeriksaan X ray menunjukkan tulang kaki kanannya patah. Namun, majikannya hanya satu kali membawa ke rumah sakit untuk berobat dan selama dua bulan sejak kejadian, ia hanya diberi uang makan sebesar RM 450.

Bahkan, majikannya tidak menanggapi ketika Katiman mengutarakan keinginannya untuk pulang karena merasa sudah tidak bisa bekerja lagi.

Salah satu pengurus WAPRI Malaysia mengadukan masalah ini ke Komunitas Serantau dan pada Selasa (27/12/2016), Komunitas Serantau membuat aduan resmi ke Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur agar dibantu proses pengurusan dokumen karena status Katiman adalah TKI undocument.

Sementara biaya pemulangan Katiman, menurut keterangan Paijo, pengurus WAPRI Malaysia ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Minggu (8/1), dibantu oleh beberapa komunitas TKI di Malaysia dengan cara menggalang dana.

“Alhamdulillah saudara kita Pak Katiman sudah sampai kampung halaman. Semoga cepat sembuh seperti sedia kala. Terima kasih kepada kawan-kawan anggota WAPRI Malaysia, Komunitas Serantau, Genk B-Jibex, Gerak Sedekah Cilacap (GSC) dan kawan-kawan lain yang telah membantu kepulangan beliau,” kata Paijo yang biasa dipanggil dengan sebutan Raden Mas Paijo.




(FK, 08/01)

PBBC Liputan BMI
Universitas Terbuka Riyadh