Berita > Seputar TKI
Satu Bulan di Hong Kong, Sunarsih Divonis Mengidap Kanker
09 Jan 2017 05:33:36 WIB | Redaksi | dibaca 8305
Ket: Sunarsih
Foto: LBMIHK

Hong Kong, LiputanBMI - Malang betul nasib yang dialami Sunarsih TKI asal Maospati, Magetan, Jawa Timur. Pasalnya baru satu bulan bekerja di Hong Kong ia divonis mengidap kanker oleh dokter.

Wanita berusia 36 tahun ini datang ke Hong Kong pada tanggal 25 November 2016 lalu, melalui proses Calling Visa. Pada akhir November dia mengeluh sakit di bagian pinggang dan badannya merasa lemas. Hal tersebut makin kerap terjadi, tetapi hanya diobati dengan minum obat dari warung.

Pada tanggal 27 Desember 2016, Sunarsih dilarikan ke RS Queen Elizabeth, Kowloon, Hong Kong. Kondisinya kritis selama 5 hari, dokter pun memasang selang untuknya buang air kecil. Dari hasil pemeriksaan dokter, Sunarsih mengidap kanker di bagian dalam bawah payudara terdapat benjolan.

Penyakit yang dialaminya telah sampai ke tahap kronis sehingga sudah tidak bisa untuk menjalani pengangkatan benjolan tersebut. Pihak medis hanya melakukan penyedotan lendir yang menyumbat karena adanya benjolan di dalam tubuhnya dengan cara memasukan alat seperti skop kecil lewat lubang mulut. Kesehatannya sempat membaik hingga Minggu (08/01/17), tetapi keadaannya kembali melemah karena tidak mau makan sehingga harus dipasang infus kembali.

Tidak ingin merasa terbebani dengan kondisi Sunarsih, pihak majikan memberhentikannya pada tanggal 2 Januari 2017. Semua barang-barang Sunarsih dikembalikan ke kantor agency.

Sementara itu pihak agency mengaku akan bertanggung jawab dan akan mengusahakan agar Sunarsih mendapatkan hak-haknya. Sedangkan sisa masa potongan ditanggung penuh oleh agency. Namun, karena Sunarsih diberhentikan dari kerja yang baru 1 bulan di rumah majikannya di Lok Fu, wanita yang pernah bekerja di Singapura ini belum mendapat asuransi dan harus membayar semua biaya pengobatan selama dirawat di Rumah Sakit.

"Walau ada asuransi, itu pun hanya beberapa ratus dolar saja," ujar perwakilan agency yang tidak mau disebutkan namanya kepada LiputanBMI di RS Queen Elizabeth, Minggu (8/1/2017).

Berdasarkan peraturan yang berlaku, TKI yang mengalami terminite atau break contract harus kembali ke Indonesia. Begitu juga dengan Sunarsih, agency menyarankan padanya untuk menghubungi pihak keluarga di Indonesia untuk bersiap, jika sewaktu-waktu pihak RS menyuruhnya untuk keluar.

Kendati demikian, Sunarsih tidak ingin membebani keluarganya sehingga tidak mengizinkan siapa pun untuk memberitahukan kondisinya pada keluarga di Indonesia. Dia ingin menyelesaikan semuanya sendiri dengan dibantu adiknya yang juga bekerja di Tai po.

Menurut agency, terhitung mulai tangggal saat dia di-terminite (02/01/17), Sunarsih hanya mempunyai izin tinggal di Hong Kong dua Minggu ke depan, dan harus kembali ke Indonesia dikarenakan sudah tidak memiliki visa izin tinggal di negeri Beton.

Namun pihak agency mengaku mengalami kesulitan untuk memproses, karena Sunarsih bersikeras untuk tetap tinggal di RS sampai sembuh dan bisa kembali bekerja. (LIN)

(RED, 09/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki