Berita > Seputar TKI
Kisah Anis Rohmawati Mantan TKW Yang Sukses Menjadi Pengusaha Keripik
09 Jan 2017 17:47:41 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 10429
Ket: Anis Rohmawati (tengah) mantan TKW yang sukses menjadi pengusaha keripik
Foto: Jatim Times

Nasional, LiputanBMI - Para TKI banyak yang bingung setelah pulang ke tanah air tak menjadi TKI lagi. Mau usaha atau bisnis tanpa pelatihan atau pengalaman bisa-bisa modal habis, ada pengalaman tanpa modal usaha juga tidak jalan.

Modal memang kerap kali menjadi kendala dalam memulai sebuah usaha, namun modal bisa didapatkan melalui pinjaman bank.

Seorang mantan TKI yang sukses berbisnis dari modal pinjaman bank adalah Anis Rohmawati (44). Anis adalah ibu rumah tangga di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang merupakan mantan TKI Malaysia.

Setelah tidak menjadi TKW lagi dia memulai usaha dengan memproduksi olahan makanan aneka keripik dengan bekal pinjaman modal dari Bank Jatim Cabang Blitar.

Usaha yang sudah tujuh tahun berjalan ini berkembang pesat dan banyak mendatangkan keuntungan besar. Per bulan ia bisa memperoleh pendatapatan Rp.80 juta. Tak hanya itu, usaha ini bisa menciptakan pekerjaan bagi warga masyarakat sekitar. Saat ini ada 15 orang warga Desa Gogodeso yang bekerja di tempatnya.

Olahan makanan yang diproduksi Anis adalah aneka keripik buah seperti keripik pisang, keripik nangka, keripik ketela dan keripik usus pepaya serta olahan aneka dodol buah.
Sedangkan pemasarannya meliputi kota-kota besar di Jawa Timur, serta melayani permintaan beberapa negara seperti Hongkong, Malaysia dan Singapura.

"Separuh lebih karyawan saya adalah mantan TKI luar negeri, seperti Hongkong, Arab Saudi, Singapura dan Malaysia," ungkapnya sebagaimana dilansir BlitarTimes, Jumat (6/1/2017).

Anis mengaku, usaha yang dijalaninya ini dirintis dengan kerja keras. Bermula pada tahun 2010 saat ia meminjam modal di BPR Jatim selama 2 tahun, menjelang kredit lunas, ia mengambil kredit yang ditawarkan Bank Jatim Cabang Blitar dengan bunga yang lebih murah.

“Saya ambil kredit Pundi Kencana selama 6 tahun atau 2 periode, dengan total pinjaman Rp.250 juta. Bunganya sangat murah, per bulannya hanya 0,6%, Alhamdulilah bisnis saya semakin maju dan berkembang,” ungkap dia.

Bisnis yang dijalankan semakin besar, namun Ibu dua anak ini tidak berpuas diri dan ingin usahanya terus berkembang. Diapun mengambil kredit LPDB di Bank Jatim Cabang Blitar dengan bunga lebih murah sebesar 0,5 % per bulan.

“Jujur saja mas, kesuksesan bisnis ini membuat saya bisa menyekolahkan anak. dengan bisnis ini suami saya tidak lagi menjadi perantau. Dulu sebelumnya saya pernah buka toko pertanian tapi gagal, suami saya kerja jadi TKI di Malaysia, Korea. Kini setelah bisnis ini sukses ia ikut kerja menemani saya. Saya sangat terbantu dengan kredit yang diberikan Bank Jatim,” katanya.

Kisah kesuksesan Anis beserta dengan produknya ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Jawa Timur. usahanya banyak dijadikan studi banding oleh daerah lain, baik itu Pemda atau wirausahawan. Anis pun sering diundang sebagai narasumber dalam pelatihan yang digelar oleh Pemkab Blitar.

(JWD, 09/01)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki