Berita > Kajian
Tuntutlah Uang Sampai ke Negeri Arab
04 May 2017 00:40:36 WIB | Redaksi | dibaca 2313
Ket: Ilustrasi
Foto: Google
Dammam, LiputanBMI - “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri Cina”, sebagian orang menganggapnya sebagai hadits, padahal para ahli hadits sepakat atas kelemahan, kerusakan dan kepalsuannya.

Meminjam diksi kalimat tersebut, maka lahirlah petuah baru sebagai judul tulisan ini “tuntutlah uang sampai ke negeri Arab.”

Apakah harus merantau hingga ke Timur Tengah untuk sekedar mengasapi dapur? Sebuah keniscayaan, bahwa rezeki manusia ada di tangan Allah Ta’ala dari zaman ‘azali, tertulis di lauh mahfudz hingga dilengkapkan saat tiba ajalnya.

Jadi, sesungguhnya tidak perlu dikhawatirkan rezeki lari tidak menghampiri. Firman Allah Ta’ala:

وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ - هود: 6

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” [QS. Huud: 6]

Akan tetapi, perlu diingat untuk mengambil sebab yang mendatangkan rezeki tersebut. Dan bisa jadi yang telah dituliskan Allah bahwa sebagian kita harus merantau menjadi TKI di negeri Arab.

Selama mampu dan tidak melanggar syariat agama, maka menjadi TKI di luar negeri termasuk pekerjaan mulia. Bahkan, merantau ke luar dari negeri sendiri memiliki tempat yang tinggi di mata para ulama.

Perhatikan ajakan Imam Syafi’i rahimahullahu:

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman # Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan # Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”


(Diwan Imam Sayfi’i, Maktabah Ibnu Sina, hal.25).

Terlebih lagi, bekerja di tanah Arab memiliki beberapa kelebihan yang tidak didapatkan di negera lain. Selain dapat mengantongi uang Riyal, impian berumroh dan berhaji dapat menjadi kenyataan.

Meski demikian, bekerja meninggalkan Tanah Air seperti ke Arab Saudi, tentu memikul beban dan tantangan yang lebih berat. Hanya saja, hendaknya selalu ingat dengan pesan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam haditsnya yang sangat mulia:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.” (Hadits Riwayat at-Tirmdzi).

Semoga di manapun TKI bekerja dan berada selalu mendapat curahan ridha Allah dan dijauhkan dari murka-Nya, karena sebab kesabaran atas ujian yang dihadapi selama merantau, aamiin.

Ditulis oleh Jalal Abu Fakhry
(Lulusan KMI dan ISID Gontor)

(RED, 04/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki