Berita > Ekosospol
WN Singapura Terancam Dipenjara Karena Pekerjakan TKI Undocumented
02 Jun 2017 07:51:22 WIB | Yully Agyl | dibaca 1970
Ket: ilustrasi
Foto: google
Dunia, LiputanBMI - Seorang warga Singapura, Sao Wei Loon (40), pada hari Kamis (1/6) didakwa mempekerjakan 19 orang asing tanpa izin kerja yang sah untuk bekerja di pasar malam.

Sebagaimana dilansir The Straits Time, Kamis (1/6), dalam investigasi Kementrian Tenaga Kerja Singapura (MOM), terungkap bahwa Sao mempekerjakan 19 warga negara Indonesia tanpa izin kerja yang sah untuk bekerja secara ilegal sebagai asisten di tiga kios pasar malam tahun lalu.

Para pekerja itu telah bekerja antara tiga hari sampai lebih dari tiga minggu, dan pelanggaran tersebut dilakukan antara tanggal 1 hingga 16 September 2016.

Jika terbukti bersalah, dia menghadapi denda antara $ 5.000 dan $ 30.000 dan / atau penjara sampai 12 bulan. Sao mengajukan banding dan kasus ditunda sampai 20 Juni.

Dalam kasus lain, mantan direktur dan direktur saat ini dari perusahaan logistik, SK Yap Construction, pada 2 Mei lalu divonis telah berkomplot untuk mempekerjakan 10 pekerja asing tanpa izin kerja yang sah.

Setiap direktur didenda sebesar $ 79.000, dan 33 minggu penjara. Pelaku juga dilarang mempekerjakan pekerja asing.
MOM menasihati majikan bahwa mereka tidak diperbolehkan mempekerjakan orang asing tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin kerja yang benar.

Majikan yang melanggar hukum dapat dikenai denda maksimal $ 30.000 dan / atau sampai 12 bulan penjara. Mereka juga akan dilarang mempekerjakan pekerja asing.

Masyarakat yang mempunyai informasi tentang pelanggaran pekerjaan ilegal dapat melaporkan masalah ini kepada MOM di (65) 6438 5122 atau e-mail mom_fmmd@mom.gov.sg.
(YLA, 02/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki