Berita > Seputar TKI
Tersangka Pelaku Trafficking Kabur, SBMI Datangi Polres Indramayu
12 Sep 2017 09:03:20 WIB | Redaksi | dibaca 768
Ket: SBMI Datangi Polres Indramayu
Foto: LiputanBMI
Indramayu, LiputanBMI - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu, pada Minggu lalu telah menemui Kapolres Indramayu untuk mengkonfirmasi terkait kabar telah kaburnya tahanan Polres salah satu pelaku tindak pidana perdagangan orang (Trafficking) dengan modus perekrutan TKI ke Malaysia.

Dalam audensi tersebut pihak SBMI dipimpin oleh ketua SBMI Indramayu, Juwarih dan ditemui langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP, dengan didampingi oleh Kasat Intel, dan KBO Reskrim Polres Indramayu.

SBMI Indramayu, mempertanyakan tentang proses hukum penanganan kasus TPPO perekrutan TKI ke Malaysia, yang menjerat pelaku pasangan suami-istri berinisial AW dan NA asal Desa Kedungwuni, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Pelaku sudah ditangkap sejak akhir Februari 2017. Namun sampai saat ini pelaku belum juga disidangkan di pengadilan.

Kemudian berdasarkan informasi dari korban, bernama Tarsono, SBMI mempertanyakan kebenaran tentang kabar kaburnya tersangka yang berinisial NA, istri dari pelaku AW, setelah menjadi tahanan rumah oleh pihak polres.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, SIK, MH, MAP, melalui KBO Reskrim menyampaikan tanggapan terkait apa yang dipertanyakan oleh pihak SBMI.

Menurutnya, kasus ini sudah P1, berkas sudah lengkap dan sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan tinggal menunggu jadwal sidang saja, adapun terkait tentang kabar kaburnya NA tersebut dibenarkan oleh KBO Reskrim Polres Indramayu.

Mendengar kabar tersebut, Juwarih mengaku kecewa atas lamanya proses penanganan kasus TPPO di Polres Indramayu serta adanya perubahan di BAP, awalnya AN dan NA satu BAP sekarang menjadi dua BAP, tutur Juwarih.

"Pada saat penahanan awalnya AN dan NA keduanya ditahan namun tidak tahu atas dasar apa polisi mengeluarkan NA sebagai tahanan rumah serta tidak satu BAP dengan suaminya," tanya Juwarih.

Selain mempertanyakan kasus tersebut diatas, SBMI Indramayu mempertanyakan juga kasus-kasus lain yang masih belum diproses oleh kepolisian Indramayu, diantaranya kasus TPPO perekrutan TKI ke Irak dan Jepang yang sudah diadukan sejak 1 Agustus 2017 sampai saat ini masih belum ada perkembangannya.

Selain itu juga SBMI mendorong adanya komitmen yang tegas dari kepolisian Indramayu dalam memberantas pelaku Trafficking agar adanya efek jera untuk para perekrut dan kasus-kasus TKI dapat diminimalisir.

"Mengingat Indramayu salah satu daerah basis buruh migran terbesar serta jumlah kasus perekrutan secara ilegalnya pun cukup tinggi, ini bukti tidak takutnya para perekrut untuk merekrut TKI secara ilegal di wilayah hukum polres Indramayu," tegas Juwarih.
(RED, 12/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki