Berita > Seputar TKI
PT. Forward Global, Kembalikan Biaya Penempatan TKI di PHK dari Taiwan
14 Sep 2017 01:13:34 WIB | Jafry Aljawad | dibaca 3037
Ket: Astuti didampingi Pengurus SBMI di kantor Forwar Global
Foto: LiputanBMI (Juwarih)
Indramayu, LiputanBMI - PT. Forward Global yang beralamat di Jl. Kayu Besar Dalam No. 18, RT 8/RW 11, Cengkareng - Jakarta. Akhirnya pada Rabu, 13 September 2017 memenuhi tuntutan untuk mengembalikan biaya penempatan TKI atas nama Astuti yang diinterminite (PHK) dari Taiwan.

Penyerahan tuntutan diberikan oleh Peter, perwakilan dari pihak PT. Forward Global dan diterima langsung oleh Astuti dengan didampingi tim advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia, Robidin dan Rizky Oktaviana di kantor PT. Forward Global.

Astuti Bt Warka (20), TKI asal Desa Cantigi Kulon, Blok Karang Poman, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, baru 5 bulan bekerja di Taiwan oleh pihak Agency Chiuan Hung, Astuti dipulangkan ke Indonesia dengan membawa gaji sebesar 84.728 NT.

Awalnya, Astuti pada Oktober 2016 di datangi oleh sponsor bernama Jaya, menawari pekerjaan sebagai TKI sektor formal ke Taiwan dengan biaya penempatan sebesar 21 Juta Rupiah dan potongan gaji selama 5 bulan.

Setelah berminat, Astuti dibawa oleh sponsor ke Jakarta untuk mengikuti proses sebagai CTKI di PT. Forward Global dan pada tanggal 2 Maret 2017 Astuti diberangkatkan ke Taiwan.

Setibanya di Taiwan Astuti bekerja di sektor informal (PRT) pada majikan bernama Gwann Jang, namun bekerja baru 1 bulan 15 hari majikan mengembalikan Astuti kepada agency dengan alasan tidak cocok dan Astuti mendapat gaji sebesar 27.728 NT.

Selanjutnya sambil menunggu dapat job pabrik, oleh pihak agency Astuti dipekerjakan pada majikan kedua bernama Chuang Yen Shu kerja selama 3 bulan 22 hari dengan mendapat gaji sebesar 72.000 NT.

Dengan alasan bahwa pihak agency mendapat teguran dari pemerintah Taiwan dikarenakan kelamaan mencarikan job pabrik untuk Astuti, akhirnya Astuti dijemput oleh pihak agency, Astuti dipulangkan ke Indonesia pada 12/8/2017 lalu.

Setibanya di kampung halaman merasa ada kejanggalan terhadap perlakuan pihak perekrut atas saran dari salah satu pengurus Ganas SPA Comunity Taiwan via medsos untuk mengadu ke SBMI.

Astuti awalnya tidak tahu atas hak-haknya sebagai TKI termasuk hak untuk mengajukan klaim asuransi jika TKI di PHK sepihak atau belum selesai kontrak sudah dipulangkan.

Karena pada saat mengikuti pelatihan di PJTKI maupun pada saat PAP tidak dijelaskan secara detail tentang hak-hak nya TKI itu apa saja.

"Alhamdulilah atas bantuan dari SBMI saya dapat pengembalian biaya perekrutan sebesar 15 Juta dari PT. Forward Global, terima kasih SBMI dan terima kasih pula Ganas SPA Comunity Taiwan yang sudah membantu saya," tutur Astuti sambil mengekspresikan kegembiraannya.

Sementara itu Robidin, koordinator Advokasi SBMI pada saat dikonfirmasi via telepon memaparkan bahwa perekrutan Astuti oleh PT. Forward Global dianggap bertentangan dengan UU No. 39 tahun 2004 tentang PPTKILN.

Robidin menjelaskan bahwa, awalnya pihak SBMI selaku kuasa hukum dari Astuti menuntut agar PJTKI tersebut untuk mengembalikan seluruh biaya penempatan sebesar 21 Juta, namun setelah adanya negosiasi dengan pihak PT. FG kemudian di sepakati oleh Astuti dan keluarganya akhirnya menerima tawaran pengembalian biaya penempatan sebesar 15 Juta.

"Tinggal hak asuransinya saja yang masih belum terpenuhi karena mengajukan klaim kan butuh waktu untuk memprosesnya tidak bisa langsung cair," jelas Robidin, Rabu, (13/9/2017).
(JWD, 14/09)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki