Berita > Haji
Pemerintah Saudi Luncurkan E-system Terpadu Bagi Jemaah Haji dan Umrah
28 Nov 2017 09:52:35 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 913
Ket: E System
Foto: Arab News
Riyadh, LiputanBMI - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah meluncurkan sebuah sistem elektronik terpadu bagi jemaah haji dan umrah. Para peziarah dapat menyelesaikan prosedur pemesanan e-sistem haji melalui kantor-kantor haji yang disetujui di negara masing-masing.

Langkah itu dilakukan untuk mencapai transparansi yang dipersyaratkan bagi peziarah di semua tingkat dan jenis. Jalur elektronik tersebut menunjukkan biaya layanan haji.

"Kementerian telah mengalihkan pekerjaannya ke jalur elektronik terpadu dan menindaklanjuti umpan balik dari penyedia layanan dan penerima," kata sebuah sumber resmi di Kementerian Haji dan Umrah sebagaimana dirilis Arab News, Senin (28/11).

"Jalur elektronik berusaha mencapai efisiensi tertinggi untuk kedatangan dan keberangkatan peziarah serta layanan yang diberikan selama mereka tinggal di Saudi," tambahnya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa sistem elektronik terpadu berasal dari hubungan antara visa haji dengan layanan seperti perumahan, transportasi dan konsumsi yang secara jelas ditunjukkan kepada calon peziarah saat mereka masih berada di negara mereka.

Dia mengatakan, kementerian Haji dan Umrah dapat memantau layanan yang terdaftar sehingga akan ada pertanggungjawaban segera jika ada kelalaian atau pelanggaran dalam dokumen yang ditandatangani.

Di sisi lain, Wakil Menteri Haji Dr. Abdulfattah bin Sulaiman Mushat mengatakan sistem tersebut bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesiapan musim haji mendatang sesuai dengan Saudi Vision 2030. Hal itu dikatakannya saat menghadiri peluncuran fungsi dan lokakarya sistem elektronik terpadu dengan moto "integrasi dan keunggulan" di Hotel Hilton, Makkah, Minggu (27/11).

Dia menekankan tujuan yang terkandung dalam lokakarya adalah untuk memperbaiki layanan elektronik yang diberikan kepada para peziarah dan mengizinkan umat Islam dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji dan umrah dengan mudah dan nyaman.

Wakil menteri mengatakan bahwa lokakarya tersebut berfokus pada strategi dan kontrak sebelum dan sesudah kedatangan peziarah, sementara rencana kerja tersebut membahas prosedur, tantangan dan solusi yang diusulkan saat ini serta keluaran dan rekomendasi berdasarkan komentar dan diskusi.
(IYD, 28/11)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki