Berita > Seputar TKI
Tim Medis Taiwan Abaikan Permintaan Agen dan Majikan Demi Selamatkan Seorang TKI
01 Dec 2017 17:15:01 WIB | Yully Agyl | dibaca 6131
Ket: Amy (kanan) dan dokter Lin Jing-wang (林敬旺, kiri)
Foto: CNA Taiwan
Taipei, LiputanBMI - Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia menyampaikan apresiasinya atas layanan perawatan kesehatan yang sangat baik di Taiwan.

Pekerja yang diketahui bernama Amy (31) tersebut mengatakan, tanpa perawatan itu, ia kemungkinan telah meninggal karena kanker dan komplikasi. Demikian CNA Taiwan melaporkan, Kamis (30/11/2017).

Amy yang telah bekerja di sebuah rumah di Kabupaten Miaoli selama lebih dari dua tahun itu oleh majikannya dibawa ke Rumah Sakit Umum Da Chien pada 3 November 2017 lalu.

Dalam pemeriksaan menunjukkan ada tanda-tanda edema ginjal atau pembengkakan ginjal.

Dokter menemukan adanya kanker serviks stadium 3, dengan tumor 7 sentimeter yang menempel di panggul, sehingga menghalangi ureternya. Kondisi tersebut mengakibatkan gagal ginjal akut dan sepsis yang mengancam jiwanya.

Ketika para dokter menjelaskan kondisi Amy kepada majikan dan agen, mereka menanggapi dengan dingin. Mereka meminta dokter untuk menangani masalah dengan cepat dan setelahnya Amy akan dikirim kembali ke Indonesia karena kontraknya berakhir pada pertengahan Desember.

Kepala deputi rumah sakit dan kepala ginekologi, Lin Jing-wang (林敬旺) mengatakan bahwa dia sangat marah saat mendengar apa yang dikatakan agen tersebut.
Lin Jing-wang, mengatakan kepada agen, dari sudut pandang hak asasi manusia, agen tidak boleh melakukan itu.

Mengabaikan instruksi dari agen, Lin dan tim ahli onkologi, ahli urologi, ginekolog, dan ahli radiologi merawat Amy selama dua minggu, perlahan-lahan mengecilkan tumor dan mengembalikan kesehatan ginjalnya.

Sampai hari Kamis, Amy sehat-sehat saja. Ia dipindahkan ke rumah sakit di Taipei sehingga bisa berada dekat Kantor Perwakilan Indonesia di Taipei, dan memudahkannya jika memerlukan bantuan.

Lin mengatakan bahwa total tagihan untuk perawatan medis sekitar NTD 200.000 (USD 6.666) dan yayasan amal Da Chien akan membantu Amy membayarnya.

Amy dan beberapa teman sesama Indonesia yang menyemangatinya mengucapkan terima kasih atas layanan tim medis Taiwan.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada dokternya di RS Da Chien sebelum berangkat ke rumah sakit di Taipei.
(YLA, 01/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
ATC Cargo
psstki