Berita > Opini
Pentingnya Penguasaan Bahasa Inggris bagi Pekerja Migran Indonesia Sektor PRT
22 Dec 2017 20:21:28 WIB | Redaksi | dibaca 526
Ket: Ilustrasi
Foto: Google
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Seringkali kita mendapat berita dari media elektronik, media cetak ataupun media sosial tentang banyaknya pekerja rumah tangga Indonesia yang mendapatkan perlakuan buruk bahkan ada yang dianiaya oleh majikan.

Salah paham dalam berkomunikasi dan minimnya pendidikan para pekerja rumah tangga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Seringkali, apa yang diinstruksikan oleh majikan dengan apa yang dikerjakan oleh pekerja rumah tangga tidak sesuai. Padahal, kebanyakan majikan mengharapkan kualitas yang tinggi dari pekerjanya.

Dengan demikian, faktor bahasa bisa menjadi salah satu pemicu konflik antara pekerja migran rumah tangga dengan majikannya

Seperti halnya di Malaysia, negeri jiran tersebut mempunyai beberapa bahasa di antaranya bahasa Melayu, bahasa China, bahasa Tamil, bahasa Inggris dan beberapa bahasa yang lainnya.

Namun sebagian besar pengguna jasa pekerja rumah tangga, khususnya yang berdomisili di Kuala Lumpur yang merupakan ibukota Malaysia adalah para profesional yang dalam kesehariannya menggunakan bahasa Inggris.

Maka dari itu, penguasaan bahasa bagi pekerja rumah tangga adalah mutlak jika tidak ingin mendapatkan masalah, selain juga bisa untuk memperlancar kerja.

Penguasaan Bahasa Inggris sudah selayaknya menjadi salah satu materi pembekalan sebelum CTKI diberangkatkan ke negara tujuan. Pihak yang memberangkatkan pekerja rumah tangga seharusnya yang bertanggung jawab dalam hal ini. Pihak tersebut adalah PPTKIS dan juga pemerintah.

Seorang pekerja rumah tangga seyogyanya bisa menguasai bahasa Inggris dengan cakupan
sebagai berikut:

1. Listening
Pekerja rumah tangga dalam tugas dan lingkungan kerja melalui kontak langsung dengan majikan, mereka mendapatkan tugas biasanya secara oral yang langsung dari majikan. Jadi ketrampilan dalam mendengarkan sangat penting dan perlu supaya instruksi yang didengar bisa dipahami dan kerjakan dengan baik dan benar.

2. Vocabulary
Pekerja rumah tangga hendaknya menguasai istilah-istilah barang seisi rumah, juga bahasa sehari-hari.

3. Speaking/Conversation
Setiap pekerja rumah tangga syarat utama adalah bisa bicara dan ketika berbicara hendaknya dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pekerja rumah tangga tidak dituntut fasih dengan grammar akan tetapi menyampaikan sesuatu dengan benar yang bisa dipahami oleh majikan.

Belajar spelling sangat penting, mengingat ejaan Indonesia dengan bahasa Inggris sangat jauh berbeda.

Seorang pekerja yang memahami bahasa Inggris bisa mengurangkan tekanan dalam bekerja karena bisa meminimalisir miskomunikasi dengan majikan dan bisa membuat majikan lebih sayang kepada pekerja.

Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dan kerja keras dari beberapa pihak di Indonesia di antaranya pemerintah yaitu BN2PTKI dan juga PPTKIS supaya memberikan pelatihan yang intensif kepada calon pekerja rumah tangga supaya mereka menjadi pekerja yang siap pakai dan mempunyai nilai tawar lebih tinggi seperti pekerja rumah tangga dari negara lain seperti Filipina.

Kenapa di Malaysia ada standard gaji yang berbeda antara pekerja Indonesia dengan Filipina, sedangkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang sama? Faktor penguasaan bahasa yang menjadi penyebabnya.

Penulis: Nasrikah Sarah
(RED/RED, 22/12)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki