Berita > Sosok
Kisah Risma, TKI yang Berjuang Sekolahkan Anaknya di STIS
01 Jan 2018 22:16:36 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 4057
Ket: Risma dan Anak
Foto: LBMI
Jeddah, LiputanBMI - RIsma Hayati membuktikan bahwa pengorbanan seorang Ibu begitu luar biasa untuk mewujudkan masa depan sang anak agar lebih cerah.

Ibu satu anak asal Banjarmasin, Kalimantan ini harus rela berjuang keras mengadu nasib ke Arab Saudi menjadi TKI PRT demi si buah hati agar dapat sekolah ke jenjang perguruan tinggi.

"Saya cuman gak mau nasib anak seperti saya. Cukup saya yang merasakan getirnya mencari nafkah di negeri orang." kata Risma saat berbincang dengan LiputanBMI, Senin (1/1/2018).

Namun segala penderitaannya berbuah rasa haru dan bangga dikala melihat putra semata wayangnya, Muhammad Maulidi Ridhani (19), menggunakan seragam almamater Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).

Risma berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2015 sejak anaknya masih duduk di kelas 3 SMA. Meski berangkat secara unprosedural, dia mengaku pasrah asalkan cita-citanya terlaksana.

Sejak anaknya memustuskan bersekolah di STIS, sebagai seorang Ibu Risma sempat khawatir anaknya masuk di sekolah kedinasan.

"Saya sempat khawatir, takut terjadi kekerasan fisik seperti yang sering saya baca dan dengar di media tentang sekolah-sekolah kedinasan lain. Tapi ternyata di STIS tidak ada hal semacam itu," terangnya.

Risma mengungkapkan, anaknya sekolah di STIS tidak bayar dan mendapat tunjangan sebesar Rp 900 ribu perbulan. Uang yang dikirimnya setiap bulan hanya untuk membayar kontrakan dan biaya makan anaknya.

"Anak saya masih semester tiga, InsyaAllah kalau anak saya sudah lulus saya akan pulang ke Indonesia," tutupnya.
(IYD/IYD, 01/01)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki