Berita > Cerpen Puisi
Anugerah Cinta di Tanah Hijaz
01 Feb 2018 23:32:00 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1466
Ket: iustrasi
Foto: google
Jeddah, LiputanBMI - Arab Saudi menjadi pilihan Fiqri untuk mewujudkan cita-cita dan menghidupi Ibu serta ketiga adiknya. Diusianya yang masih 22 tahun, Fiqri harus rela berhenti kuliah dan memutuskan menjadi TKI sebagai sopir perumahan.

Irisan takdir membawanya ke kediaman Al Syebani keluarga kaya raya di Tanah Hijaz. Sebagai sopir, Fiqri setiap harinya mengurusi kebutuhan rumah tangga Al Syebani, termasuk mengantarkan Fatmah sekolah di Universitas King Abdulaziz.

Fatmah merupakan anak semata wayang keluarga Al Syebani dengan parasnya yang cantik nan anggun.

Keseharian Fatmah dilalui bersama Fiqri sang sopir yang selalu mengantarkan kemana ia pergi. Namun tak disangka, kebersamaan itu menimbulkan rasa suka diantara keduannya.

Fatmah terpikat dengan ketampanan Fiqri dan sikapnya yang sopan. Begitu juga dengan sang sopir tertarik dengan kecantikan anak majikan.

Namun mereka tidak berani mengungkapkan benih-benih cinta itu karena status sosial yang berbeda.

Baru satu tahun bekerja, Fiqri mendapat kabar bahwa Ibunya meningga dunia. Ia pun harus pulang ke Indonesia untuk mengurus ketiga adiknya yang masih kecil.

Beban berat sedang dipikul Fiqri, menjadi yatim piatu dan harus menanggung biaya hidup ketiga adiknya. Fiqri merupakan anak yang baik, mengerti agama dan sayang terhadap keluarga.

Fatmah hanya bisa menangis dibalik tirai jendela melihat langkah kaki pujaan hati yang beranjak pergi.

Kepergian sang sopir membuat hidup sang putri Al Syebani terasa hampa. Ia selalu menangis kala menaiki mobil yang penuh kenangan bersama Fiqri. Sepanjang hidupnya hanya Fiqri pria yang dekat denganya, cinta pertama yang begitu tulus.

Tak kuasa menahan rindu yang amat dalam menyebabkan Fatmah sakit parah. Berbulan-bulan dirawat di rumah sakit kondisinya tak kunjung membaik.

Keluarga Syebani begitu cemas dengan keadaan anak semata wayangnya itu, selama ini belum pernah Fatmah mengalami sakit selama itu.

"Nak...cepat sembuh. Ayah dan Ibu sangat khawatir dengan keadaanmu," ucap Syebani memegang tangan anaknya yang tergolek lemas.

"Apapun yang engkau inginkan akan Ayah turuti asalkan kamu bahagia" lanjutnya menyemangati.

"Ayah ingin aku sembuh?" jawab Fatmah pelan.

"Iya nak, katakan kepada Ayah apa yang kamu inginkan," timpal Syebani girang mendengar perkataan anaknya.

"Fiqri, aku sangat mencintai dia. Apakah Ayah merestui," ucap Fatmah dengan beruai air mata.

"Baik nak, Ayah akan mengabulkan permintaanmu," jawab Syebani yang juga ikut terharu menangis.

Syebani langsung memerintahkan anak buahnya pergi ke Indonesia untuk menjemput Fiqri dan keluarganya. Dia tidak peduli dengan status sosial Fiqri, yang penting anaknya sembuh dan bisa hidup bahagia.

Dalam waktu satu minggu, anak buah Syebani berhasil menjemput Fiqri dan keluargannya.

"Fatmah....ini aku" bisik Fiqri dengan lembut membangunkan Fatmah yang masih terbaring lemas.

Perlahan-lahan matanya terbuka, terlihat jelas orang yang ada di hadapanya adalah sosok pria yang selama ini dicintainya.

Bibirnya merekah senyum, matanya berkaca-kaca tak kuasa menahan haru.

"Fiqri....Ana Uhibukka Fillah" ucap Fatmah berderai air mata.

Melihat anaknya dapat kembali tersenyum bahagia, Syebani langsung menikahkan Fiqri dan Fatmah di rumah sakit dengan syarat mas kawin surah Ar Rahman.

"Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka Fatmah binti Al Syebani Alal marhi surat Ar Rahman"

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahri madzukur wa radhitu bihi. Wallahu wallyu taufiq." jawab Fiqri.

Fiqri pun langsung melantunkan bacaan surah Ar Rahman dengan suaranya yang merdu. Seisi kamar penuh dengan isak tangisan keluarga yang menyaksikan bersatunya dua insan yang saling mencintai.

(IYD/IYD, 01/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki