Berita > Seputar TKI
Ini Penyebab Imigrasi Malaysia Tahan 105 Pekerja Indonesia di Melaka
09 Feb 2018 22:21:25 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 5850
Ket: ilustrasi
Foto: google
Kota Melaka, LiputanBMI - Penyebab 105 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditangkap dan ditahan Imigrasi Melaka, Malaysia pada 15 Januari lalu ternyata karena dipekerjakan tidak sesuai dengan permit kerjanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary setelah Tim Satgas melakukan kunjungan ke Depot Imigresen (rumah detensi imigrasi) Machap Umboo, Melaka, tempat mereka saat ini ditahan, Kamis (8/2/2018).

“Informasi yang kami terima, mereka tidak bekerja pada majikan yang sesuai dengan visanya (permit kerjanya, Red), dan dalam ketentuan Imigrasi Malaysia adalah pelanggaran,” kata Yusron ketika dikonfirmasi LiputanBMI, Jumat (9/2).

(Keluarga Berharap Perwakilan RI Bantu Bebaskan 105 Pekerja Indonesia yang Ditangkap Imigrasi Malaysia)

Dalam kunjungan tersebut, Tim Satgas hanya bisa menemui dan mewawancarai tiga PMI, sedangkan yang lain belum bisa ditemui karena masih proses reman hingga seminggu ke depan.

Menurut keterangan tiga PMI yang diwawancarai Satgas, kata Yusron, kondisi kerja mereka sebenarnya baik. Gaji lancar dan tidak ada isu. Bahkan, katanya, mereka berharap bisa kembali bekerja.

Fans Page Jabatan Imigresen Melaka pada 16 Januari 2018 mem-posting tentang Operasi Mega yang memeriksa sebuah kilang beralamat di Lot 6, Batu Berendam Free Trade Zone Phase III, 75350 Melaka.

Dalam operasi pada 15 Januari itu telah dilakukan pemeriksaan terhadap 355 orang dan 133 orang di antaranya telah ditangkap karena pelanggaran keimigrasian. 105 dari 133 orang yang ditangkap adalah pekerja asal Indonesia.

KBRI Kuala Lumpur akan terus memantau kasus ini dengan melakukan pendampingan dan pembelaan terhadap 105 PMI tersebut.

“Pembelaan yang dapat dilakukan antara lain adalah bahwa kondisi mereka yang tidak mampu menolak ketika sponsor memaksa mereka bekerja di kilang lain,” pungkas Yusron.



(FK/FK, 09/02)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki