Berita > Sosok
Ginger La Pedas, Hasil Produksi Eks BMI yang Terinspirasi dari Wedang Jahe Taiwan
23 Feb 2018 08:03:31 WIB | Yully Agyl | dibaca 1837
Ket: Ginger La Pedas, wedang jahe padat buatan Sukhainah
Foto: Dokpri/LBMI
Nasional, LiputanBMI - Bekerja sambil belajar. Mempelajari hal yang bermanfaat di negara tempat bekerja dan mempraktekkannya sebagai ladang rezeki di negeri sendiri, itulah yang dilakukan Sukhainah mantan BMI di Taiwan.

Terinspirasi dari minuman Taiwan yang beraroma dan berasa jahe, wanita muda asal Trenggalek, Jawa Timur ini berinovasi sendiri agar hasil karyanya yang diberi nama Ginger La Pedas, wedang jahe padat yang disesuaikan dengan cita rasa orang Indonesia.

"Ketika masih di Taiwan, kalau musim dingin sering bikin wedang jahe. Kadang bikin pakai resep sendiri, kadang beli gula merah plus jahe yang sudah diolah dan tinggal merebus dengan air. Dari situlah ideku muncul dan kucari paduannya rempah Indonesia agar bisa diterima di masyarakat kita," ungkap Sukhainah kepada LiputanBMI, Kamis (22/2/2018).

Selain wedang jahe padat, ada juga hasil kreasi lainnya yang terinspirasi dari makanan khas Taiwan, Cho Toufu (tahu bau). Hebatnya, Sukhainah lebih tertarik membuat Biang Cho Toufu (ragi untuk membuat bau khas pada Cho Toufu). Ada juga makanan ringan olahan tangan terampilnya dengan nama-nama unik. Semua produk hasil dari rumah produksi Pawon Alfcocofy sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek.

"Karena kwalitas itu penting bagi saya, makanya dengan terdaftar di Dinkes Kabupaten Trenggalek, konsumen akan lebih terjamin juga. Hasil olahan lainnya seperti: Vego yaitu kripik daun singkong, SaleUp (sale pisang krispi dan salut coklat), Kriwul (tiwul instant), Sing Krez (singkong oven kremes), kue kering, kue basah, semua juga sudah teruji dan terdaftar," jelasnya.

Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Ket. foto: Sukhainah (jilbab ungu), ketika mengadakan pelatihan (kiri). Macam-macam snack hasil olahan Sukhainah.
Sumber foto: LBMITW


Pemasaran hasil olahannya, selain di daerah Trenggalek sendiri, juga dikirim ke luar kota dan luar negeri, sesuai permintaan pembeli. Beralamat di Krajan RT 05/RW 01, Desa Sumberbening, Kec. Dongko, Kab. Trenggalek, Sukhainah, siap menerima pesanan dan berbagi ilmu bagi siapa saja yang berminat.

"Hasil, mungkin belum sebesar ketika bekerja di Taiwan, tetapi saya harus optimis, pasti bisa. Pesan saya buat teman-teman yang masih di luar negeri, gunakan waktu untuk bekerja dengan baik, kumpulkan modal sebanyak-banyaknya dan segeralah memulai usaha di kampung halaman. Silakan yang mau datang langsung untuk pesan atau belajar, bisa juga pesan melalui FB ALif CocoFy Sakina," pungkasnya.
(YLA/TTG, 23/02)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki