Berita > Komunitas
Pameran Seni di Malaysia, Serantau Tampilkan Jaipong dan Video Tentang Migran Perempuan
28 Feb 2018 19:10:15 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1599
Ket: Video dan Tari Jaipong yang ditampilkan Serantau di pameran seni di Malaysia
Foto: dok. Serantau
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Komunitas Serantau menampilkan Tari Jaipong dan dua video tentang pekerja migran perempuan pada pameran seni yang diselenggarakan oleh Projek Dialog di Ara Damansara, Petailing Jaya, Malaysia, Minggu (25/2).

Projek dialog merupakan gerakan sosial yang fokus untuk menggerakkan dialog dan persepahaman tentang agama, budaya, dan sosiopolitik antar berbagai suku di Malaysia.

Dalam acara bertajuk ‘Hari Bersama Serantau’ itu, Tari Jaipong yang diperagakan oleh Ningrum, pekerja migran asal Jawa Barat ditampilkan sebagai pembuka acara.

Dua video yang diputar juga bercerita tentang dua anggota Komunitas Serantau, yaitu Rahayu atau biasa dipanggil Ayu dan Desi Lastati.

Video pertama berjudul ‘Ingatan Welding’ berkisah tentang Ayu yang meskipun seorang pekerja migran perempuan, tetapi pernah bekerja sebagai tukang las (welder). Padahal, pada umumnya pekerjaan tersebut biasa dilakukan oleh seorang laki-laki.

Sementara video kedua berjudul ‘Perjalanan Bersama Desi’ berkisah tentang perjalanan Desi Lastati. Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang selain seorang penulis (bloger) dan bekerja sambil kuliah, dalam aktivitas sehari-hari sebagai PRT ia biasa mengendarai mobil sendiri , bahkan mendapat drive licence (SIM) di Malaysia.

Untuk memperkenalkan makanan khas Indonesia, Komunitas Serantau juga mengadakan kegiatan demo memasak dengan menu soto, bakso, lodeh dan rujak. Selain itu, ada juga pembacaan puisi oleh Supranti dan Erma.

demo memasak 'Hari Bersama Serantau' - Projek Dialog
Ket. foto: demo memasak 'Hari Bersama Serantau' - Projek Dialog
Sumber foto: dok. Serantau



Koordinator Komunitas Serantau, Nasrikah berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi alat kampanye tentang pekerja migran Indonesia di Malaysia.

"Untuk berkampanye tidak harus dengan cara keras, kadang bisa juga dengan menggunakan seni untuk menyuarakan aspirasi," tutur Nasrikah.

Sementara salah satu kurator pameran, Suzy Sulaiman dalam sambutannya mengatakan , selain menikmati persembahan dari Komunitas Serantau, para pengunjung diharapkan bisa menikmati karya seni yang dipamerkan.

“Selain menikmati persembahan ‘Hari Bersama Serantau’, pengunjung diharapkan bisa menikmati karya seni yang ada di bilik-bilik pameran,” kata Suzy.

Pameran seni dengan tema ‘Merata Suara’ yang dibuka sejak 4 Februari dan dijadwalkan hingga 4 Maret 2018 itu banyak dikunjungi masyarakat berbagai kota dari beberaapa negara, termasuk dari Jakarta, Singapura, Budapest, Johor, Thailand dan warga Malaysia itu sendiri.

“Saya tertarik untuk ikut acara ini untuk melihat bagaimana komunitas satu dengan komunitas lain saling berinteraksi dan sepanjang kegiatan tadi, memang seronok lah,” ungkap Christopher, warga Malaysia yang turut serta menyaksikan demo memasak.

Acara terakhir ‘Hari Bersama Serantau’ diisi dengan dialog dengan perwakilan pemerintah RI dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

“Jika biasanya kami selalu mengadakan dialog di area kongsi-kongsi, kali ini kita mengadakan dialog di tempat yang berlainan, dengan suasana santai dan penuh karya seni,” kata Yusron B Ambary, Koordinator Pelaksana Fungsi Konsuler sekaligus Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur.

***

Penulis:Desi Lastati
(FK/FK, 28/02)

BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki