Berita > Seputar TKI
Disekap 7 Tahun Lebih, TKI Asal NTT Akhirnya Berhasil Dipulangkan Dari Malaysia
08 Mar 2018 20:23:14 WIB | Juwarih | dibaca 1644
Ket: Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang saat menghantar Ida Nahak di Kediaman Orang Tuanya di NTT
Foto: BP3TKI Kupang
Nasional, LiputanBMI - Seorang tenaga kerja Indonesia, Petronela Nahak alias Ida Nahak (34) asal Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil dipulangkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Penang, Malaysia pada Sabtu (3/3/2018).

Ida Nahak sebelumnya sempat ditahan dan tidak pernah mendapatkan gaji selama 7 tahun bekerja di Malaysia. Beruntung Tim Perlindungan KJRI Penang bersama aparat kepolisian setempat berhasil menjemput Ida Nahak dari rumah majikannya setelah mendapatkan laporan dari warga.

"Iya benar, Ida Nahak sudah kami pulangkan ke kampung halamannya di NTT dengan membawa seluruh hak gajinya selama bekerja," kata Staf Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Penang, Osrinikita Zubhana saat dikonfirmasi LiputanBMI melalui pesan singkat, Kamis (8/3/2018).

Kata Nikita, pada 19 Februari 2018 pihaknya menerima pengaduan bahwa ada salah satu TKI asal NTT bernama Ida Nahak yang disekap selama 7 tahun 6 bulan di rumah majikannya di daerah Macalister Pulau Penang.

"Setelah kami mempelajari kebenaran tentang informasi tersebut sudah jelas kemudian Satgas KJRI Penang dengan dibantu polisi setempat melakukan rescue ke kediaman majikan," ujarnya.

Lanjutnya, setelah Ida Nahak ditemukan di rumah majikan kemudian langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

"Selanjutnya kami memangil majikan untuk menyelesaikan pembayaran gaji yang belum diberikan. Setelah pembayaran gaji selesai, kami mengurus kepulanganIda Nahak," paparnya.

Sementara itu, Timoteus K. Suban, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Kupang, membenarkan bahwa Ida Nahak sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Pathau, pada Sabtu (3/3)

"Kemarin saya sendiri yang mengantarkan yang bersangkutan ke rumah orang tuanya. Bersyukur ia pulang dengan membawa hak gajinya," pungkasnya.
(JWR/IYD, 08/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki