Berita > Seputar TKI
Kemlu dan SBMI Berhasil Selamatkan ABK Korban Trafficking Asal Banyumas
09 Mar 2018 02:33:47 WIB | Juwarih | dibaca 842
Ket: Kemlu dan SBMI
Foto: LBMI
Jakarta, LiputanBMI - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) sektor anak buah kapal (ABK) asal Banyumas, Jawa Tengah berinisial IU (19), yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berhasil diselamatkan dan kemudian dipulangkan oleh Direktorat PWNI dan BHI Kementrian Luar Negeri dari kapal ikan berbendera Tiongkok di lepas pantai Gabon, Afrika Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Hariyanto, Ketua Umum Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), saat konferensi pers di kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/3/2018).

"Walau ABK tersebut sudah berhasil dipulangkan ke Indonesia pada 15 Februari 2018 lalu, namun kondisi yang bersangkutan sampai saat ini masih mengalami trauma berat," ucap Hariyanto.

Hariyanto mengatakan, korban saat bekerja sebagai ABK di kapal ikan berbendera Tiongkok mengalami penyiksaan serta dieksploitasi tenaganya dengan dipekerjakan 20 jam perharinya sehingga ia kurang istirahat.

"Kasus ini menurut kami unsur TPPO nya sangat kuat, karena adanya perekrutan, dijanjikan akan mendapat gaji besar dengan bekerja di kapal pesiar, dokumen dipalsukan, pemaksaan, serta jeratan hutang jika MD kena denda Rp 25 juta, yang membuat IU tereksploitasi" jelas Hariyanto.

Lanjutnya, kasus ini merupakan cermin bahwa pekerja migran laki-laki yang bekerja sebagai ABK di kapal ikan rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (human trafficking).

"Permasalah buruh migran ABK di kapal ikat yang mengadu ke organisasi yang kami pimpin setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, disebabkan masih belum adanya tata kelola penempatan yang baik mengenai menjadi BMI di sektor ABK kapal ikan," ungkap Ketua Umum SBMI.

Hariyanto berharap, dengan disahkannya UU RI No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang mengamanatkan untuk membuat peraturan turunan berupa peraturan pemerintah tentang tata kelola penempatan pekerja migran khususnya di sektor ABK di luar negeri.

"Semoga kedepan perlindungan yang diberikan pemerintah untuk ABK yang bekerja di kapal ikan jelas," harapnya.

Sementara itu Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri,Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan walaupun pihaknya sudah berhasil memulangkan UI ke Jakarta.

Kendati sudah berada di Indonesia, Iqbal menyebut, korban tidak bisa langsung dibawa ke kampung halamannya di Banyumas, karena mengalami banyak siksaan mental maupun fisik, saat ini ia berada di trauma center.

"Walaupun korban sudah berhasil dipulangkan bukan berarti kasusnya akan ditutup, kasus ini sudah kami limpahkan ke satgas TPPO Bareskrim Polri," tegasnya.

(JWR/IYD, 09/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki