Berita > Ekosospol
Sosialisasi Hukum di Sekolah Indonesia Makkah, Konjen Hery: Taati Aturan Hukum Saudi
10 Mar 2018 00:23:32 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1102
Ket: Konjen Hery saat memberikan penyuluhan hukum di Sekolah Indonesia Makkah
Foto: KJRI Jeddah
Makkah, LiputanBMI - Masyarakat Indonesia di Arab Saudi perlu memahami sistem hukum dan adat istiadat yang berlaku. Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin mengatakan hal tersebut untuk mencegah terjadinya kasus hukum yang menimpa WNI di Arab Saudi.

Dirasa penting, Konjen Hery pun turun langsung memimpin Gerakan Sadar Hukum ke sejumlah daerah guna memberikan pemahaman tentang sistem hukum  dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi kepada masyarakat luas.

"Orang Saudi pun yang ada di Indonesia kalau melanggar, tidak saja dipulangkan tapi juga dicekal masuk ke Indonesia," kata Konjen Hery saat memberikan penyuluhan hukum bagi kalangan siswa dan guru Sekolah Indonesia Makkah (SIM) sebagaimana rilis yang diterima LiputanBMI, Kamis (8/3/2018).

Dalam sambutannya di hadapan siswa dari kelas 9 hingga kelas 12 dan para guru yang hadir dalam kegiatan tersebut, Konjen juga menyesalkan maraknya pengaduan kasus penipuan yang pelaku dan korbannya sama-sama WNI di Arab Saudi. 

"Ada yang ketipu 13 ribu (riyal), 16 ribu, 20 ribu. Kok tega ya... orang sesama warga negara Indonesia. Alasannya mau dibikinin iqamah (kartu izin tinggal) ternyata bodong (palsu). Sesama warga Indonesia, kok bukan saling tolong-menolong ya. Tolong-menodong kalau begini," ujar dia. 

Konjen mengingatkan bahwa siapapun pelaku tindak kejahatan akan menghadapi konsekuensi hukum, baik di Arab Saudi maupun di Indonesia. "Jadi pasti akan dikejar," tegasnya.

Oleh sebab itu, Konjen mengajak para siswa dan guru yang hadir dalam kegiatan  tersebut agar menghormati norma-norma dan adat-istiadat yang berlaku di Arab Saudi dan tidak memaksakan kebiasaan yang bertentangan aturan pemerintah setempat atau memancing kecurigaan masyarakat dan aparat Saudi.

"Sebagai tamu kita harus santun. Sebagai tamu di Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kita harus menghormati aturan-aturan yang ada di rumah tangga Arab Saudi,"  ucapnya.

KJRI Jeddah mengaku prihatin dengan banyaknya WNI di Arab Saudi yang terlibat pelanggaran terhadap norma-norma hukum dan adat istiadat yang berlaku di Arab Saudi. Sebagian melakukannya dengan sengaja, sebagian lain memang tidak tahu bahwa tindakan tersebut melanggar hukum karena terbawa kebiasaan di tanah air.

"Ada yang ketangkap pihak keamanan saat berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya. Dengan sesama WNI atau warga asing," tambah Rahmat Aming, Pelaksana Fungsi (PF) Konsuler-2 merangkap Kepala Kanselerai KJRI Jeddah yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan tersebut.

Materi penyuluhan yang disampaikan meliputi: komplekasitas permasalah WNI di Arab Saudi seperti ketenagakerjaan (gaji tidak dibayar, pekerja yang tidak dipulangkan sehabis kontrak), keimigrasian (pemalsuan dokumen, melebihi izin tinggal), sosial (kasus akhlak, pernikahan siri baik sesama WNI maupun dengan warga asing, berduaan dengan lawan jenis yang bukan murim) dan persoalan seputar jemaah umrah dan haji (jemaah haji dan umrah terkantar), pernikahan di Arab Saudi bagi WNI, Dos and don'ts, jenis pelayanan KJRI Jeddah dan mekanisme serta jalur-jalur pengaduan, dan  lain-lain. 

Diakhir acara, PF Konsuler-3 Ainur Rifqie Madanie yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut membagi-bagikan hadiah kepada para siswa yang  berhasil menjawab dengan benar pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.

(IYD/IYD, 10/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki