Berita > Seputar TKI
Overstayer, Lima Pelaut Indonesia di Dubai Minta Dipulangkan ke Tanah Air
11 Mar 2018 22:23:58 WIB | Syafii | dibaca 2900
Ket: foto kapal swiber sandefjord
Foto: Marine traffic
Dubai, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai, United Arab Emirates diminta untuk membantu lima pelaut Indonesia yang saat ini sedang menghadapi masalah di atas kapal berbendera Singapura MV Swiber Sandefjord di area pelabuhan Rashid, Dubai, UAE.


Kelima pelaut tersebut mengadukan kasusnya kepada Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) melalui email.


"Mereka mengadu kalau sejak 26 Januari 2018 pasca selesai kontrak, hingga detik ini tidak dipulangkan ke tanah air oleh pihak perusahaan Vallianz Offshore maritime yang berkantor di Singapura," kata Sekretaris I PPI, Syofyan kepada Liputan BMI melalui selulernya, Minggu (11/03/18) malam.


Menurut salah satu pelaut, SAF (26), kata Syofyan, mereka bekerja di kapal tersebut sejak April 2016 melalui agen lokal Sea Power Marine Services LLC di Dubai dengan perjanjian kontrak kerja selama sembilan bulan.


Masih kata Syofyan, mereka hanya meminta pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Dubai atau di UAE dapat membantu agar mereka bisa segera dipulangkan ke tanah air, mengingat sejak bekerja mereka belum pernah menginjakkan kakinya di darat.


"Kapal tidak operasi, hanya jangkaran di area pelabuhan Rashid. Jarak mereka ke darat kurang lebih 10 mil," ungkapnya.


Menanggapi pengaduan tersebut, PPI sudah meneruskan hal itu kepada Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri dan KBRI Abu Dhabi, UAE agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.


"Kami sudah hubungi Kemlu dan KBRI Abu Dhabi terkait kasus ini. KBRI sudah merespon dan akan segera menindaklanjuti," pungkasnya.
(IS/IS, 11/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki