Berita > Seputar TKI
PHK Pelaut, Diskopnaker Banjarmasin Anjurkan PT SPM Bayar Hak Pekerja
14 Mar 2018 02:16:42 WIB | Redaksi | dibaca 1948
Ket: Pelaut yang tergabung dalam PPI saat melakukan aksi demonstrasi
Foto: LBMIJKT/IMM
Jakarta, LiputanBMI - Mediator hubungan industrial Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menganjurkan PT Samudera Pacific Marine agar membayar sebesar Rp. 93.785.000 kepada MAT (36), seorang pelaut asal Maluku yang bekerja di atas kapal TB Republika 024 terkait kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Advokasi, Hukum, dan Hak Asasi Manusia Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Pelaut Indonesia, Imam Syafi'i sesuai dengan surat anjuran mediator Diskopnaker Kota Banjarmasin No. 412/126/Diskopnaker/PHI-JS/2018 tertanggal 27 Februari 2018.

"Anjuran mediator menganjurkan pihak perusahaan membayar hak-hak pelaut selaku pihak pekerja. Jika anjuran itu tidak dilaksanakan, maka kita akan catatkan ke pengadilan hubungan industrial," ujar Imam.

Menurut Imam, MAT adalah pelaut anggota PPI. Jadi, sudah menjadi kewajiban PPI sebagai serikat pekerja membela, mempertahankan, memperjuangkan hak dan kepentingan setiap anggotanya.

"Pelaut umum (bukan anggota) saja kita bantu, apalagi ini anggota. Sampai ke meja hijau pun kita pasti bela," tegasnya.

Terpisah, MAT dihubungi melalui selulernya menyampaikan jika dirinya di PHK oleh perusahaan dengan alasan yang tidak berdasar.

"Saya kerja dari 12 Desember 2016 hingga 05 September 2017. Alasan perusahaan, saya di PHK karena telah meninggalkan kapal tanpa izin," ungkapnya.

Alasan tersebut, lanjut MAT, tidak benar karena dirinya meninggalkan kapal sudah atas seizin kapten selaku pimpinan tertinggi yang juga wakil dari perusahaan di atas kapal.

Untuk diketahui, akumulasi hak di atas yang dianjurkan oleh Diskopnaker agar dibayar oleh perusahaan merupakan rincian dari hak pesangon, upah penghargaan hak, dan kekurangan premi bulan Maret dan Agustus 2017 sesuai dengan surat anjuran mediator.
(RED/TTG, 14/03)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki