Berita > Seputar TKI
Sina atau Shinta, dari Obat Diet Hingga Lumpuh Sejak Akhir 2014
02 Apr 2018 12:36:05 WIB | Yully Agyl | dibaca 2254
Ket: Kondisi Shinta dari 2014 hingga sekarang
Foto: Ss video
Hsinchu, LiputanBMI - Dalam beberapa hari terakhir media elektronik Taiwan ramai memberitakan seorang buruh migran Indonesia yang menderita lumpuh dikarenakan mengkonsumsi obat diet.
Sontak saja, video berita tersebut menjadi viral di media sosial Facebook terutama di kalangan buruh migran.

LiputanBMI berusaha mencari informasi tentang PMI yang disebut dengan nama Sina tersebut.
Dari informasi didapat, Sina yang diberitakan lumpuh setelah mengkonsumsi obat diet adalah Shinta Danuarta, PMI asal Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, yang dirawat di rumah sakit Taiwan sejak Desember 2014 lalu.

Pada sebuah siaran langsung dari akun Fb Sustri saat menjenguk Shinta yang sedang dirawat di Heping Hospital Shinchu, Jumat (28/3/2018), jelas dituturkan kondisi tubuh Shinta tidak kuat menerima reaksi dari obat diet yang ia konsumsi, yang akhirnya membuat badannya lemas hingga lumpuh dan akhirnya divonis mengalami radang sumsum tulang belakang (Myelitis).

"Memang, aturan dalam mengkonsumsi obat diet itu dilarang untuk makan apapun. Pagi, siang, malam, ya hanya mengkonsumsi itu. Saya juga pernah mengkonsumsi, tapi tidak saya teruskan, karena menurut saya lama-lama seperti dibodohi. Siapapun kalau gak makan apa-apa ya pasti kurus. Mahal pula harganya, 7000 NT, kalau kurs sekarang dah 3 juta rupiah," ungkap JS, seorang PMI yang juga mengaku pernah mengonsumsi obat diet dengan merk yang sama dengan yang dikonsumsi Shinta.

Hingga saat ini, Shinta telah tiga tahun lebih dengan kondisi terbaring lemah dan tetap tergantung dengan alat bantu medis. Mengutip percakapan dalam video tersebut, saat ini ibu dan anak Shinta yang didatangkan ke Taiwan, berharap Shinta bisa dibawa pulang. Akan tetapi kondisinya tidak memungkinkan untuk pulang.

"Shinta harus berpikir panjang, nekat ingin pulang atau tetap di rumah sakit Taiwan agar bisa terus dalam perawatan. Karena resikonya sangat besar bila keluar dari rumah sakit. Kalau Shinta tetap di sini (Taiwan), Mom akan usahakan, setahun sekali mendatangkan ibu dan anak Shinta untuk menjenguk, agar anaknya bisa tetap melihat mamanya," pungkas seorang wanita Taiwan yang dipanggil Mom dalam video tersebut, yang diketahui dari salah satu organisasi Taiwan yang peduli dengan para migran.
(YLA/YLA, 02/04)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki