Berita > Seputar TKI
Wali Kota Surabaya Nangis Saat Dengar Curhatan TKI di Shelter KJRI Jeddah
14 May 2018 22:21:33 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 1740
Ket: Walikota Surabaya saat mendengar curhatan TKI di shelter KJRI Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak kuasa menahan tangis saat mendengar curahan isi hati (curhat)  dari para pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah ditampung di shelter KJRI Jeddah.
 
Didampingi Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dan sejumlah homestaff KJRI Jeddah, Risma menyempatkan diri menemui puluhan PMI di shelter KJRI pada Sabtu, 12 Mei 2018, usai menghadiri tatap muka dengan perwakilan masyarakat Indonesia di Jeddah.
 
Puluhan perempuan  yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu kini ditampung di shelter  lantaran tengah menunggu penyelesaian permasalahan mereka dengan pengguna jasa oleh KJRI.
 
"Ayo satu-satu ceritakan apa masalahnya," pinta Konjen kepada puluhan perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi sebagaimana keterangan tertulis yang diterima LiptanBMI, Senin (14/5).
 
Satu persatu penghuni shelter mencurahkan permasalahan yang dialaminya selama bekerja sebagai asisten rumah tangga. Curhat mereka umumnya menyangkut gaji yang tidak dibayar oleh pengguna jasa dalam jangka waktu yang bervariasi, bahkan hingga 14 tahun lamanya.
 
Ada pula yang terpaksa melarikan ke KJRI lantaran "ditahan" pengguna jasa dan tidak pulangkan meski masa kontrak telah berakhir. Ada pula yang mengaku mengalami pelecehan seksual dari pengguna jasa.
 
Risma juga menyempatkan diri menjenguk seorang PMI perempuan yang mengalami  depresi dan tengah berbaring di salah satu sudut kamar tidur yang luas di lantai dua.
 
Sontak, Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu menutup muka dengan kedua tangannya tak kuasa menahan tangis, setelah beberapa dari perempuan malang itu meluapkan kisah pilunya bekerja sebagai asisten rumah tangga. Sejenak Sang Wali Kota meninggalkan ruang pertemuan untuk menenangkan diri.
 
Di tengah sesi dialog, Risma meninggalkan podium dan menghampiri salah seorang pekerja perempuan penghuni shelter asal Surabaya dan memeluknya erat-erat.
 
"Kami sekali atau dua kali dalam setahun mendatangkan psikiater, Ibu, untuk mengecek kondisi kejiwaan mereka," sambung Konjen kepada Risma.
 
Atas berbagai ikhtiar cerdas Sang Wali Kota menyejahterakan warganya,   Konsul Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Muchamad Yusuf, menyampaikan apresiasi karena kebijakan-kebijakan tersebut dinilainya turut menekan angka WNI yang pergi ke Arab Saudi untuk bekerja, khususnya wilayah kerja KJRI Jeddah.
 
"Menurut data kami, di tahun 2017 tercatat 4.286 orang, tetapi di tahun 2018 ini 1.374 orang. Mungkin ini dampak dari kebijakan Ibu, di mana tadinya TKI-TKI yang sudah purna gak mau berangkat lagi ke luar negeri dan tetap tinggal di Jawa Timur karena program Ibu yang bagus," ucap Yusuf.
 
Seperti telah diberitakan, Tri Rismaharini diundang ke Arab Saudi oleh Madinah Development Agency untuk menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional "Humanizing Cities," karena keberhasilannya menjadikan Kota Surabaya tidak hanya maju tetapi humanis.
 
Sejalan dengan Saudi Vision 2030, Pemerintah Arab Saudi tengah gencar melakukan reformasi di berbagai bidang, termasuk  upaya meningkatkan index kebahagiaan dan kesejahteraan penduduknya melalui penataan kota yang lebih humanis.
(IYD/IYD, 14/05)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki