Berita > Ekosospol
Dibebaskan, Jemaah Umrah Yang Tak Sengaja Bawa Peluru Akhirnya Pulang
05 Jun 2018 06:42:35 WIB | Iyad Wirayuda | dibaca 967
Ket: RS dan istri saat diantar oleh protokol KJRI Jeddah, Irwan Bakri di Bandara KAA, Jeddah
Foto: KJRI Jeddah
Jeddah, LiputanBMI - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah berhasil membebaskan seorang jemaah umrah berinisial RS yang sempat ditahan oleh pihak kepolisian bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi. Ia diamankan gara-gara di ranselnya ditemukan tiga butir peluru.
 
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima LiputanBMI, Selasa (5/62018), selama 22 hari menunggu penyelesaian kasusnya di kantor kejaksaan negeri cabang Jeddah, RS bisa bernafas lega dan akhirnya bisa pulang bersama istri pada Senin, 4 Juni 2018 dengan maskapai Saudia.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, gara-gara peluru yang terselip di ranselnya, RS sempat ditahan saat hendak pulang ke Tanah Air pada Minggu (13/5) usai melaksanakan ibadah umrah.
 
Diakui RS dirinya lupa mengeluarkan peluru tersebut dari ranselnya usai bertugas dua bulan silam. Ransel itu pula yang ia bawa saat berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan umrah.
 
Beruntung saat kejadian seorang petugas protokol KJRI sedang berada di lokasi dan segera melaporkan kepada pimpinan, sehingga RS dapat dikeluarkan dari tahanan atas jaminan KJRI. 
 
Selanjutnya RS bersama istri diinapkan di rumah singgah sementara KJRI Jeddah sambil menunggu jawaban surat permohonan penghentian penyidikan.
 
Selama berada di KJRI Jeddah, RS bersama istri mengikuti sejumlah kegiatan keagamaan yang diselenggarakan KJRI, seperti berbuka puasa bersama dengan masyarakat di Balai Nusantara, Wisma Konjen, setiap Kamis.
 
Selain itu, RS dan istri mendapat kesempatan melakukan umrah bersama sebanyak dua kali selama Ramadhan.
 
RS mengaku memperoleh banyak pelajaran hidup selama berinteraksi dengan para staf dan penghuni shelter (pekerja migran yang tengah menghadapi masalah dan ditampung di KJRI Jeddah(
 
"Hari kedua saya nongkrong di sono (halaman samping shelter KJRI) sama TKL (tenaga kerja laki-laki), jadi belajar kehidupan, ya. Ternyata banyak yang (nasibnya) lebih parah dari saya. Mungkin saya harus dibukakan mata oleh Allah," ucapnya saat berpamitan sebelum menuju Bandara.
 
KJRI Jeddah menurunkan dua petugas untuk mengawal kepulangan RS bersama istri guna memastikan bahwa status perkaranya telah dihentikan dan status cekal atas dirinya telah benar-benar dicabut, sehingga dia bersama istri bisa pulang dengan aman dan lancar.
 
Karena kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, menekankan agar masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci tidak membawa benda-benda yang terlarang, seperti jimat, buku primbon dan sejenisnya, perhiasan yang melebihi kadar ketentuan dan tidak dilengkapi dengan surat resmi dan membawa uang melebihi nilai yang diperbolehkan.
 
"Biro travel umrah juga wajib menyampaikan kepada jemaahnya agar tidak merusak properti atau fasilitas di area Masjidil Haram," pesan konjen, merujuk pada kasus yang menjerat seorang jemaah umrah yang sempat ditahan cukup lama gara-gara menggunting Kiswah Ka'bah beberapa tahun silam.
(IYD/IYD, 05/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
ATC Cargo
psstki