Berita > Seputar TKI
Pemerintah RI Fasilitasi Pemulangan 404 WNI Kelompok Rentan dari Detensi Imigrasi Malaysia
06 Jun 2018 23:12:35 WIB | Figo Kurniawan | dibaca 1412
Ket: WNI yang dipulangkan Kemlu
Foto: KBRI KL
Kuala Lumpur, LiputanBMI - Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri memfasilitasi pemulangan 404 WNI kelompok rentan dari detensi imigrasi Malaysia serta WNI yang berada di penampungan sementara KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Bahru, Rabu (6/6).

WNI dari kelompok rentan yang dipulangkan itu terdiri dari 392 perempuan dan 12 anak-anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 orang dipulangkan oleh KJRI Johor Bahru melalui jalur laut pelabuhan Pasir Gudang dan Stulang Laut tujuan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Sementara 182 orang lainnya dipulangkan oleh KBRI Kuala Lumpur melalui jalur udara dengan penerbangan kemanusiaan Lion Air dari Bandara KLIA tujuan Jakarta.

Sejak pertengahan tahun 2017, pemerintah Malaysia untuk sementara waktu tidak lagi membiayai deportasi sebagaimana yang dilakukan selama ini. Kebijakan tersebut diambil karena masalah internal pemerintah Malaysia.

Akibatnya, hingga akhir Mei 2018, diperkirakan ada sekitar 3000 WNI pelanggar keimigrasian yang ditahan di 13 rumah detensi keimigrasian di wilayah Semenanjung Malaysia. Sebagian besar mereka sudah berada di detensi selama berbulan-bulan. Di antaranya terdapat sekitar 377 wanita dan anak-anak yang karena alasan kemanusiaan dibantu pemulangannya oleh Kementerian Luar Negeri.

Keputusan untuk memfasilitasi pemulangan WNI kelompok rentan ini berawal dari kunjungan Duta Besar RI Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, ke sejumlah penjara dan detensi imigrasi. Kunjungan tersebut berlanjut dengan kunjungan pejabat Imigrasi Malaysia ke KBRI Kuala Lumpur pertengahan Mei lalu yang menyampaikan kesulitan yang dihadapi Imigrasi Malaysia untuk memulangkan para tahanan imigrasi.

Duta Besar Rusdi Kirana menyampaikan gagasan untuk memulangkan kelompok rentan (perempuan dan anak-anak) kepada Menlu Retno Marsudi yang lantas didukung penuh oleh Menlu Retno.

“Saya sangat prihatin, karena tidak ada prospek mereka akan dipulangkan dalam waktu dekat. Rasanya ada alasan kemanusiaan yang mendesak buat Pemerintah untuk memfasilitasi pemulangan mereka, khususnya perempuan dan anak-anak. Semoga dengan ikhtiar ini mereka bisa merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” kata Dubes Rusdi Kirana.

Mengutip situs resmi KBRI Kuala Lumpur, Rabu (6/6), Dubes Rusdi berharap kedua negara segera mencari solusi tentang masalah ini mengingat data pemerintah Malaysia menyebutkan, setengah dari 2,5 juta pendatang tanpa izin di Malaysia adalah WNI.

“Kedua negara harus bersama-sama mencari terobosan terhadap situasi ini. Supaya keberadaan TKI di Malaysia memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di kedua negara,” tegas Rusdi.


(FK/FK, 06/06)
BRI KSA
Universitas Terbuka Riyadh
BNI Saudi Arabia
jambore keluarga migran 2018
ATC Cargo
psstki